Korut: Kami akan Tetap Jadi Ancaman  AS, Apalagi Pemilihan Presiden AS Mendatang

Persetuan dan ketegangan Amerika Serikat dan Korea Utama semakin memanas –apalagi menjelang pilpres AS Mendatang.

Editor: Salman Rasyidin
Cdn.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. 

SRIPOKU.COM – Persetuan dan ketegangan Amerika Serikat dan Korea Utama semakin memanas –apalagi menjelang pilpres AS Mendatang.

Mengutip Intisari-Online.com yang menggambarkan hubungan dua negara, Korea Utara dan Amerika Serikat dilaporkan merenggang.

Bahkan Menteri Luar Negeri Ri Son Gwon mengatakan, kebijakan Amerika Serikat (AS) membuktikan Washington tetap menjadi ancaman jangka panjang bagi Korea Utara dan rakyatnya.

Melihat hal ini, Ri mengatakan bahwa Korea Utara tidak akan tinggal diam.

Apa yang dilakukan oleh Korea Utara?

Dilansir dari kontan.co.id pada Sabtu (13/6/2020), Ri mengungkapkan bahwa Korea Utara akan terus membangun pasukan militernya untuk mengatasi ancaman dari AS.

Ri menyebut nama negaranya dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).

Dalam sebuah pernyataan panjang yang Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Ri menyatakan, sementara orang-orang di kedua negara menginginkan perdamaian, Washington "bersikeras hanya memperburuk situasi".

"Apa yang menonjol adalah harapan untuk meningkatkan hubungan DPRK-AS yang tinggi di udara, di bawah sorotan global dua tahun lalu, kini telah bergeser ke dalam keputusasaan yang ditandai dengan kemunduran yang semakin meningkat," kata Ri.

"Bahkan, sinar tipis optimisme untuk perdamaian dan kemakmuran di Semenanjung Korea telah memudar menjadi mimpi buruk yang gelap," ujarnya seperti dikutip Reuters dari KCNA.

Dia menuduh AS menggunakan klaimnya ingin meningkatkan hubungan untuk menutupi keinginan untuk "perubahan rezim", dan Presiden Donald Trump secara khusus tidak menawarkan Pyongyang sesuatu yang substansial.

"Kami tidak akan pernah lagi memberikan kepala eksekutif AS paket lain yang akan digunakan untuk pencapaian tanpa menerima pengembalian apa pun."

"Tidak ada yang lebih munafik daripada janji kosong," tegas Ri.

Pada Kamis (11/6/2020), Korea Utara mengkritik AS karena mengomentari masalah antar-Korea.

Dan mengatakan, Washington harus tetap diam jika ingin Pemilihan Presiden AS mendatang berjalan lancar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved