Angka Kematian Covid 19

Angka Kematian Covid-19  AS Lampaui Kematian PD I, Diperburuk Demo Kematian Floyd

Tingginya angka kematian akibat virus corona di AS membuat orang membandingkan dengan korban Perang Dunia I 1917 lalu.

Editor: Salman Rasyidin
www.latinpost.com
Donald Trump. 

SRIPOKU.COM – Tingginya angka kematian akibat virus corona di AS membuat orang membandingkan dengan korban Perang Dunia I  1917 lalu.

Manyadur Intisari-Online.com yang menjelaskan bahwa hingga 13 Juni 2020, jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat telah mencapai 116.831, seperti dilaporkan worldometers.

Jumlah ini bahkan telah melebihi jumlah orang Amerika yang terbunuh selama Perang Dunia I.

Masuk dalam konflik PD I, AS memiliki angka kematian yang rendah jika dibandingkan dengan Inggris, Prancis dan Jerman.

Melansir Daily Star, Jumat (12/6/2020), sejak mendeklarasikan perang terhadap Jerman pada tahun 1917, AS kehilangan 116.516 tentara di parit, ladang dan rumah sakit di Eropa Barat.

Masuknya AS memperkuat posisi sekutu dan terbukti merupakan gelombang yang tidak bisa diatasi Jerman.

Saat itu, Presiden AS Woodrow Wilson mengirim jutaan orang Amerika ke benua yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

tank peninggalan perang dunia/ilustrasi
tank peninggalan perang dunia/ilustrasi (Imgur)

Tetapi, bagi banyak orang di AS, keterlibatan negara dan jumlah orang Amerika yang mati di tanah yang jauh adalah harga yang tidak layak dibayar.

Liga Anti-Pendaftaran merasa sangat kehilangan nyawa orang Amerika sehingga mengeluarkan selebaran yang berbunyi, “Jangan mendaftar. Negara Anda membutuhkan Anda untuk perdamaian, untuk melakukan pekerjaan yang baik dan bermanfaat, untuk mengentaskan kemiskinan dan membawa keadilan industri."

Sekarang, lebih dari 100 tahun kemudian AS kembali kehilangan nyawa pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Virus corona telah menyerang AS tanpa ampun, menewaskan penduduknya pada jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali membela tindakan pemerintahannya selama pandemi.

Bulan lalu, Trump membela diri terhadap gelombang kritik atas dirinya sendiri.

Dia juga mengumumkan untuk menggunakan hydroxychloroquine, obat malaria yang tidak terbukti bermanfaat bagi penderita virus corona, namun menurut para kritikus itu justru dapat membahayakan jiwa.

Situasi ini diperburuk oleh protes atas kematian George Floyd, yang membuat AS kewalahan mengatasinya.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved