Hidup di Tengah Ibu Kota Wahati Berjuang Melahirkan Sendiri di Gubuk Beratap Kardus Saat Hujan Deras
Di saat detik-detik melahirkan pun, Wahati harus seorang diri, hanya beratap kardus dan beralas kain sarung, Wahati berjuang melahirkan bayinya.
SRIPOKU.COM -- Hidup di tengah kota metropolitan tak membuat Wahati memiliki kehidupan yang mencukupi.
Wahati pun menjadi korban kekejaman ibu kota yang terkenal dengan miskinnya empati dari masyarakat.
Di saat detik-detik melahirkan pun, Wahati harus seorang diri, hanya beratap kardus dan beralas kain sarung, Wahati berjuang melahirkan bayinya.
Di bawah hujan deras, Wahati melahirkan bayinya hanya beratapkan kardus. Memakai kain sarung wanita berusia 41 tahun itu melahirkan bayinya tanpa bantuan siapapun di semak-semak kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Informasi tentang seorang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang melahirkan sendiri itupun sampai ke Polsek Cengkareng.
Akhirnya Bripka Achmad Haris, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cengkareng Jakarta Barat bersama Babinsa Serda Deni turun ke lokasi wanita itu melahirkan.
Saat ditemukan, gubuk milik Wahati hanya beratapkan kardus dan beralas kasur busa bekas.
Tubuh Wahati juga hanya berlapis kain sarung saat ditemukan di bawah hujan deras.
Ia ditemukan ketika tengah menyusui bayi merahnya di bawah hujan deras.
Akhirnya pihak Polisi dan TNI pun mengevakuasi Wahati dan bayinya ke Puskesmas Cengkareng.
• Video: Dijuluki Pintu Menuju Inti Bumi, Inilah Gua Terdalam Di Dunia
• Feby Herman Deru: Usaha Tanaman Hias Jadi Alternatif Meningkatkan Pendapatan Keluarga
• Tahun 2021 Akamigas Buka Kampus di Prabumulih, 148 Pelamar Ikuti Tes Beasiswa Kuliah di Akamigas
Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H Khoiri mengatakan pihaknya mendapat informasi PMKS melahirkan dari seorang security perumahan West One City, Selasa (9/6/2020).
Ibu itu melahirkan di semak-semak dekat perumahan tersebut.
Akhirnya Binmas dan Babinsa mendatangi lokasi tersebut. Sesampainya di lokasi, benar saja Wahati tengah menyusui bayi berjenis kelamin laki-laki.
"Kemungkinan baru dilahirkan. Karena saat ditemukan ari - ari bayi masih menempel di perut bayi tersebut," kata Khoiri dikonfirmasi Selasa (9/6/2020) siang.
Ketika itu juga Binmas dan Babinsa melakukan evakuasi si Ibu dan bayi ke Puskesmas Kecamatan Cengkareng menggunakan angkutan umum.