Berita Musirawas

Ketua KPU Musirawas; Kami Bersyukur Pengaduan tak Dikabulkan untuk Seluruhnya oleh DKPP

Proses sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan teradu lima komisioner KPU Kabupaten Musirawas usai sudah.

SRIPOKU.COM/Ahmad Farozi
Anasta Tias Ketua KPU Musirawas 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Proses sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dengan teradu lima komisioner KPU Kabupaten Musirawas usai sudah.

Dalam salinan putusan DKPP Nomor 40-PKE-DKPP/IV/2020 DKPP RI yang ditujukan kepada Ketua KPU Kabupaten Musirawas Anasta Tias dan kawan-kawan bahwa perkara yang diputus pada Rabu (3/6/2020) memutuskan, menolak pokok pengaduan pengadu untuk seluruhnya.

Kemudian merehabilitasi nama baik teradu I yaitu Ania Trisna, teradu ll Syarifudin, teradu III Wahyu Hidayat Setiadi, teradu IV Apandi masing masing selaku anggota KPU Kabupaten Musi Rawas, dan teradu V Anasta Tias selaku Ketua merangkap Anggota KPU Kabupaten Musi Rawas terhitung sejak dibacakannya Putusan ini.

Selanjutnya dalam keputusan DKPP tersebut disebutkan, memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan tersebut paling lama 7 (tujuh) hari sejak putusan dibacakan dan memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan tersebut.

Dengan adanya keputusan DKPP tersebut, Ketua KPU Kabupaten Musirawas Anasta Tias saat dikonfirmasi Sripoku.com merasa sangat bersyukur. Karena, pengaduan pengadu tidak dikabulkan seluruhnya oleh DKPP.

"Kami KPU Kabupaten Musirawas bersyukur pengaduan pengadu tidak dikabulkan seluruhnya oleh DKPP," kata Anasta Tias, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan, ada tiga pokok pengaduan pengadu yang ditujukan kepada KPU Musirawas. Sehingga kemudian lima komisioner KPU Musirawas menjalani sidang DKPP.

Perlu Edukasi yang Tepat Dalam PSBB Tahap Kedua, Ini Penjelasannya Menurut Pengamat Sosial

Anggota Dewan DJ Promosikan Energy Bank Saku, Gula Anti Covid-19, Begini Penjelasannya

Peresmian Desa Sidomulyo Kampung Tangkal Covid-19 di Muaraenim Begini Keunggulan Desanya

Pertama, masalah dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum tenaga honorer Satpam di Sekretariat KPU Musirawas kepada sejumlah peserta seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Kemudian yang kedua kata Anastatias, adalah dugaan beredarnya soal wawancara seleksi PPK, padahal itu yang beredar adalah draf bukan pedoman wawancara yang telah KPU Musirawas tetapkan berdasarkan Pleno KPU Mura serta dugaan draf tersebut tidak dipakai saat pelaksanaan wawancara.

Persoalan yang ketiga adalah dugaan pengkondisian peserta PPK di Kecamatan Muara Beliti dan KPU Musirawas dalam menetapkan 10 besar di Kecamatan Muara Beliti berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan oleh KPU RI yaitu mengutamakan pengalaman penyelenggara, wawasan daerah kerja, integritas serta tanggapan dan masukan dari masyarakat.

Dikatakan, KPU Musi Rawas dalam proses seleksi PPK se Kabupaten Musi Rawas sudah sesuai prosedur dan mekanisme yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan serta pedoman teknis yang telah ditetapkan oleh KPU RI.

"Dalam kesempatan ini kami KPU Musi Rawas juga berharap semua elemen masyarakat dapat berpartisipasi dan mengawal tahapan pilkada di Kabupaten Musi Rawas dapat berjalan secara Luber dan Jurdil dan juga berharap agar sama-sama berdoa semoga Pilkada lanjutan pada saat pandemi covid 19 berjalan sesuai tahapan yang akan disusun nanti, berdasarkan PKPU yang akan terbit nantinya," kata Anastatias. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved