Memasuki Musim Panen, Petani Kopi Justru Merasakan Kekecewaan, Masa Dijual Rp 13 Rini per Kilo?

Massa pandemi Virus Corona atau Covid-19 saat ini banyak masyarakat yang kesusahan mencari nafkah.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak seorang petani di Kota Pagaralam sedang menunjukan biji kopi dikebunnya yang masih hijau dan belum siap panen, Selasa (14/4/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Massa pandemi Virus Corona atau Covid-19 saat ini banyak masyarakat yang kesusahan mencari nafkah.

Pasalnya pembatasan sosial membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaaan.

Tidak hanya itu, banyak pekerja harian yang omzetnya berkurang karena sedikitnya aktivitas masyarakat di luar rumah.

Jaga Kebugaran Skuad Persebaya Dianjurkan Latihan Mandiri Saat Libur Lebaran

Bukan saja pekerja harian yang merasakan dampak dari pandemi ini.

Para petani musiman, seperti petani kopi di Pagaralam, juga sepertinya akan merasakan dampak buruk dari Covid-19 ini.

Pasalnya harapan petani kopi di Pagaralam di musim panen harga kopi akan naik, namun kenyataannya harga malah turun.

Informasi yang dihimpun sripoku.com Senin (18/5/2020) menyebutkan, sebelumnya harga biji Kopi di Pagaralam mencapai Rp18.500 perkilogram.

Namun saat ini harganya turun menjadi Rp16.800 untuk kwalitas kopi yang paling bagus.

Mansa (40), salah satu petani kopi Pagaralam, mengaku sangat kecewa dengan harga kopi saat ini.

Lima Poin Surat Seruan Bersama Pemkot Palembang Takbiran Idul Fitri di Tengah Pandemi Virus Corona

Pasalnya, dimassa pandemi saat ini penghasilan harian tidak ada dan hanya mengandalkan hasil tahunan dari panen kopi.

"Saat ini untuk dapat penghasilan harian sudah susah pak, jadi kita hanya bergantung pada hasil panen kopi.

Kita kemarin berharap jika harga kopi akan naik menjadi Rp 20 ribu perkilogram tapi nyatanya malah turun," ujarnya.

Menurutnya, idealnya harga kopi ini sebenarnya setara dengan tiga kilogram beras.

Jika dengan harga itu maka petani kopi di Pagaralam akan sejahtera dan bisa memenuhi kebutuhan sampai musim berikutnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved