Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Beredar Kabar Pasien Covid-19 Asal OKI Kabur dari ODP Center, Gugus Tugas Kabupaten Angkat Bicara

Ada kabar yang menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19 atau Virus Corona asal Kabupaten Ogan Komering Ilir kabur dari ODP Center.

Editor: Refly Permana
Sripoku.com/ Antoni
Ilustrasi Virus Corona Covid19 di Sumsel 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Ada kabar yang menyebutkan bahwa pasien positif Covid-19 atau Virus Corona asal Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sedang dirawat di Wisma Atlet Palembang, telah kabur.

Hal tersebut beredar di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp warga Kecamatan Sp Padang, Kabupaten OKI.

Menanggapi hal tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 OKI menjelaskan bahwa pasien tersebut hanya pindah rumah sakit.

Pilih Mundur dari Stafsus Presiden Jokowi, Belva Devara Beberkan Alasan, Ternyata Segini Gajinya!

"Pasien positif itu sebenarnya dirawat di rumah sakit rujukan RS Siti Fatimah bukan di ODP Center di Jakabaring.

Jadi berita yang beredar tersebut yang menyatakan melarikan diri tidaklah benar," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Dijelaskannya, isu yang beredar sudah diklarifikasi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Sumsel.

"Kami sudah hubungi pihak provinsi pasien MA masih isolasi di RS Siti Fatimah Palembang.

Hanya saja pasien dipindahkan tadi sore ke ruang isolasi lain yang masih berada di rumah sakit tersebut," ujarnya.

Sementara Camat Sirah Pulau Padang, Agma Yuska juga telah menghubungi langsung pihak keluarga, untuk menanyakan perihal tersebut.

Satpam yang tak Bisa Bahasa Inggris Ini Nikahi Bule Cantik, Begini Cara Mereka Berkomunikasi

"Pihak keluarga sebelumnya sudah menghubungi langsung pasien atas nama MA itu, dan sisampikannya bahwa pasien masih menjalani isolasi di Rumah Rakit Siti Fatimah Palembang," kata Agma.

Lebih lanjut Agma menjelaskan, agar masyarakat tidak begitu saja percaya dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya mengenai Covid-19.

"Jangan mudah percaya dengan isu tentang Covid-19, apalagi sampai menyebarkan berita tidak benar atau hoax, karena dapat membuat geger masyarakat," tutupnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved