Studi Terbaru: Anak Tidur Larut Malam Berisiko Obesitas
Para ibu dan ayah disarankan untuk tetap fokus mempertahankan rutinitas waktu makan dan tidur pada anak.
Namun, keduanya menambahkan, bisa saja ada kaitan fisik. Hal itu dikarenakan beberapa daerah otak yang terlibat mengatur siklus tidur dan bangun juga mengatur perilaku makan dan puasa.
"Pengaturan tidur dan berat badan saling terkait secara rumit pada berbagai tingkatan," tulis Glaser dan Styne, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
Batasan utama dari penelitian ini adalah jumlah anak-anak yang terlibat tergolong sedikit.
Studi sebelumnya telah menemukan, durasi tidur yang lebih pendek dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas di masa kanak-kanak.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Tetapi, studi dari tim Marcus mengungkap terlepas dari berapa lama durasi tidur anak, tidur setelah jam 9 malam dikaitkan dengan peningkatan obesitas dan indeks massa tubuh yang lebih tinggi.
Studi tersebut mengungkap, upaya untuk mencegah obesitas adalah lebih memperhatikan tidur. (CNN)
Penulis: Gading Perkasa
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Anak yang Tidur Larut Malam Berisiko Obesitas
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/anak-obesitas-anak-gemuk_20160223_102647.jpg)