Virus Corona di Sumsel
Curhat Seorang Pengelola Panti di Palembang,Jika Terapkan Physical Distancing Ada yang Tidur di Luar
Aturan physical distancing atau jaga jarak demi memutus mata rantai Virus Corona Covid-19 sulit untuk diterapkan oleh seorang pengelola panti asuhan.
Penulis: anisa rahmadani | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Anisa Rahmadani
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aturan physical distancing atau jaga jarak demi memutus mata rantai Virus Corona Covid-19 sulit untuk diterapkan oleh seorang pengelola panti asuhan di Palembang.
Alasan utamanya, sejumlah panti asuhan tidak memiliki ruangan yang banyak untuk para anak-anak panti bisa menjaga jarak, baik saat tidur atau sedang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Misalnya saja panti asuhan Peduli Anak Yatim, yang berada di Jalan Kikim 2 Demang Lebar Daun ini.
Menurut pengurus panti, Aiman (40), pihaknya belum bisa menerapkan sosial distancing atau physical distancing lantaran tidak ada cukup ruang untuk menerapkan hal tersebut.
• Siap-siap Didenda Rp 100 Juta, Warga Muba tak Jujur Beri Penjelasan Tentang Covid-19
"Kalau kita terapkan, bisa sampai luar panti pasuhan anak-anak ini tidur," terangnya saat di jumpai Senin (20/4).
Namun, langkah yang diberlakukan oleh pihaknya dalam mencegah virus Covid-19 adalah jika anak panti ada yang sakit maka ada satu ruang khusus untuk anak panti tersebut.
Selain itu, ia juga meyakini selama adanya virus Covid-19 anak panti tempatnya tidak pernah lagi keluar dari panti tersebut.
"Khawatir ada tapi kan anak panti kami ini ngga pernah keluar. Kalaupun keluar mereka semobil dan kita seluruhnya pakai masker," terangnya.
Dijelaskannya keamanan dalam kesehatan anak panti pun juga diterapkannya dengan cara mengajari anak-anak tersebut pola hidup sehat.
Tambahnya lagi, sejak anak-anak belajar di rumah, pola hidup sehat pun diterapkan seperti rajin mencuci tangan, bersih-bersih setiap pagi, dan sebagainya.
• Melihat Kucing Persia Peliharaan Winger Sriwijaya FC, Dikasih Nama Artis & Habiskan Makanan Khusus
"Kita setiap hari jemur kasur, bersih-bersih lah mba sekalian anak-anak bejemur pagi," terangnya.
Bukan hanya itu, sejak ada virus tersebut juga, tidak banyak acara yang diterima panti asuhan tersebut.
Padahal biasanya menjelang puasa banyak agenda untuk didatangi pihaknya
Namun, pihaknya tetap banjir bantuan dari masyarakat, dan panti pun tetap ramai dikunjungi.
Bantuan yang diterima pun seperti hand sanitizer, masker kain, disenfektan pun juga ia dapatkan dari pengunjung yang hendak memberi bantuan.
Dari pantauan wartawan Sripo, panti asuhan tersebut berjumlah 50 anak dengan umur yang paling tua 20 tahun dan an yang paling kecil umur 6 bulan.
• CERITA Ucapan Bu Tien Sebelum Wafat Ini Jadi Bukti Kekuasaan Soeharto Bakal Berakhir, tak Dipercaya!
Ukuran panti asuhan tersebut pun seperti perumahan type 50 dengan kamar tiga dan satu ruang dapur beserta dua kamar mandi. Dan satu garasi berisikan mobil pickup.
Selama masa Covid-19 pun, terlihat adanya keran pencuci tangan yang baru dibuat.
Dengan tujuan setiap anak yang habis bermain di halaman depan agar langsung mencuci tangan kaki dan mukanya sebelum masuk ke dalam rumah.
Diakhir wawancara ia pun menyatakan keyakinannya bahwa meskipun tidak menerapkan sosial distancing, selama anak-anak tersebut menjaga wudhunya, menurutnya Tuhan akan melindungi anak-anak yang berada di rumah panti tersebut.
"Saya yakin itu mbak," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/panticorona.jpg)