Virus Corona

Kematian Akibat Virus Corona  di Wuhan 'Naik 50%!' Setelah Lockdown Dibuka

Melihat perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Wuhan setelah lock down dibuka justru makin mengkhawatirkan.

Editor: Salman Rasyidin
Insider
Ilustrasi pasien virus corona. 

SRIPOKU.COM – Melihat perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Wuhan setelah lock down dibuka justru makin mengkhawatirkan. 

Menurut Intisari-Online.com, membicarakan soal yang kini membuat seluruh dunia jadi heboh, tentu negara China tak bisa dilupakan.

Sebab, dilaporkan di negara inilah pertama kalinya virus corona ditemukan dan lantas menyebar ke seluruh dunia.

Tepatnya kejadian ini terjadi di Wuhan, China dan disebutkan karena kekelawar.

Wuhan, China sempat menjadi episentrum pandemi virus corona dengan lebih dari 80.000 kasus.

Ada 3.000 orang dinyatakan tewas, namun 70.000 lainnya dinyatakan sembuh.

Namun pada akhir bulan Maret hingga memasuki April, jumlah kasus di China berkurang banyak.

Kini, Amerika Serikat dan Eropalah yang menjadi episentrum pandemi virus corona dengan kasus mencapai 100.000 lebih.

Bahkan di Amerika Serikat kasus mencapai 600.000 lebih.

Karena fakta ini, pemerintah China membuka lockdown negara.

Sayangnya, China dilaporkan mengalami gelombang kedua virus corona. 

Otoritas kesehatan Wuhan bahkan telah merevisi angka kematian akibat virus corona.

Data terbaru menunjukkan, jumlah korban meninggal lebih banyak 50 persen dari data sebelumnya.

Dilansir dari Hong Kong Free Press, Pusat Pencegahan dan Kontrol Epidemi Wuhan pada Jumat (17/4/2020) mengumumkan, total korban meninggal dunia adalah 3.869 orang.

Angka itu naik 1.290 dari catatan sebelumnya, yakni 2.579 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved