Tes Urine Negatif Narkoba, Polisi Belum Mau Bebaskan Naufal Samudra, Ini Kata Pihak Berwajib!

Artis FTV yang bernama Naufal Samudra ini diamankan Polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Kompas.com
Naufal Samudra 

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil tes rambut dan darah Naufal dari laboratorium forensik.

Pihak berwajib akan segera mengungkap hasil tes Naufal begitu sudah keluar.

"Kami lakukan juga pengecekan darah dan rambut, sudah kami sampaikan ke laboratorium forensik, hasilnya kami akan sampaikan pada waktu yang akan datang," ujar Kompol Ronaldo menambahkan. 

Diketahui, Naufal Samudra terkenal berkat perannya sebagai Roby dalam sinetron Mermaid In Love.

 Pangeran Brunei Viral di Indonesia, Kekasih Abdul Mateen Jadi Sorotan, Ini Sosoknya!

 Harus Siap Dimusuhi Prajurit, Anggota TNI Ini Beri Pesan Pilu, Kini Pensiun Dini, Ini Alasannya

Apa itu cannabinoid sintetis atau marijuana sintetis ?

Melansir dari BanjarmasinPost melalui laman lab.bnn.go.id, synthetic cannabinoid atau ganja sintetis atau disebut juga tembakau gorilla adalah zat sintetis (zat hasil sintesa di laboratorium) yang berbentuk serbuk yang efeknya sama dengan penggunaan ganja karena menempati reseptor di tubuh sama dengan penggunaan ganja.

Serbuk sintetik cannabinoid ini umumnya disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok.

Temuan sintetik cannabinoid yang cukup popular pada tahun 2015 adalah tembakau gorilla. Ini adalah tembakau yang menurut pengakuan dari beberapa pemakainya bahwa penggunaan zat ini akan membuat pemakainya diam sesaat tak bergerak seperti kaku.

Namun kemudian jika berlanjut akan membuat pemakainya mengalami halusinasi dan tremor atau gemetaran.

Efek yang dirasakan tidak lama hanya beberapa menit saja namun pemakainya seperti sudah lama tidak sadar terhadap sekelilingnya persis seperti efek ditimpa gorilla.

Tembakau gorilla ini sebenarnya sudah lama beredar dari mulai pertengahan tahun 2015 namun peredarannya semakin menyebar pada tahun 2016.

Zat sintetik cannabinoid yang dimasukkan juga beragam dimulai dari XLR-11 kemudian berubah menjadi AB-Chminaca, AB-Fubinaca dan sekarang yaitu FUB-AMB. Zat ini biasanya dilekatkan pada tembakau atau cairan (liquid) untuk rokok elektrik.

Banyak pemakainya yang tidak menyadari bahwa tembakau gorilla ini sangat toksik jika dikonsumsi sehingga pemakainya akan mengalami kerusakan ginjal dan paru-paru yang parah.

Efeknya yang melebihi ganja akan membuat efek withdrawl lebih kuat dibandingkan pemakai ganja.

Kemasan jual synthetic cannabinoid selain dalam campuran tembakau adalah dalam bentuk paket-paket herbal berupa daun-daunan.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved