Klub Premier League Pertama Yang Menolak Bantuan Pemerintah dan Umumkan Pemotongan Gaji Pemain

Southampton menjadi klub Premier League pertama yang tak akan memakai skema bantuan dari Pemerintah Inggris bertajuk

Wikipedia
Logo Southampton FC. 

SRIPOKU.COM -- Southampton menjadi klub Premier League pertama yang mengumumkan pemotongan gaji kepada para pemain, direktur, dan manajemen klub agar para staff non bermain dapat mendapatkan remunerasi penuh di tengah pandemi Virus Corona.

Pemotongan gaji ini akan berlangsung hingga bulan Juni.

Southampton menjadi klub Premier League pertama yang tak akan memakai skema bantuan dari Pemerintah Inggris bertajuk The Coronavirus Job Retention Scheme.

Para pekerja yang mengikuti skema tersebut akan mendapatkan 80 persen gaji mereka yang bakal dibayarkan oleh Pemerintah Inggris, dengan batas atas 2.400 pound (sekitar Rp 50 juta) per bulan, untuk setidaknya tiga bulan ke depan. 

Mereka yang mendapatkan bantuan pemerintah tersebut tak boleh bekerja bagi atasan/perusahaan mereka selama masa ini.

Sebelum Southampton, Newcastle United, Tottenham, Bournemouth dan Norwich City mengumumkan bahwa mereka akan mengambil inisiatif pemerintah itu.

Lapas Muaraenim Lakukan Isolasi Tahanan yang Dikirim dari Polsek dan Polres Muaraenim

Niat Hati Ketemu Istri Mantan Suaminya, Perempuan Ini Malah Siramkan Cuka Para ke Wajah Sang Mantan

Tambahan Satu Positif Covid-19 di Sumsel dari Palembang, Berstatuskan Status Impor dari Batam

Bournemouth dan Norwich City akan menambahkan 20 persen gaji agar para pekerja tetap mendapatkan 100 persen gaji selama periode tersebut.

Liverpool tadinya mengikuti skema tersebut tetapi mereka mengubah pendirian setelah mendapat kritik negatif dari khalayak ramai.

Southampton mengutarakan bahwa tindakan mereka itu "akan membantu melindungi masa depan klub, staff pekerja, dan komunitas yang kami layani."

"Klub mengonfirmasi bahwa kami tak akan memakai skema Pemerintah pada periode April, Mei, dan Juni. Pemilik-pemilik kami, Tuan Gao dan Katharina Libeherr, telah menerapkan langkah-langkah untuk memastikan staff yang tak gajinya tak dipotong bakal terus mendapatkan remunerasi  100 persen, dibayarkan secara normal hingga 30 Juni," tulis pernyataan resmi mereka.

"Pada masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kami menghadapi banyak tantangan ke model bisnis dan operasi hari per hari. Situasi ini terus berevolusi dan kami akan memonitor serta memantuai dampak ke klub dalam minggu-minggu ke depan sebelum menentukan langkah berikut."

Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved