Virus Corona di Sumsel

Masyarakat Palembang Jangan Heran Jika Lihat Petugas Puskesmas Pakai Jas Hujan Saat Kerja

Hal ini pun dialami hingga ke tingkat fasilitas kesehatan pertama, baik klinik maupun puskesmas yang ada di Kota Palembang.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
handout
Sejumlah pegawai puskesmas di Dempo yang memakai jas hujan untuk melayani masyarakat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) ditengah pandemi Covid-19 atau Virus Corona, menjadi tantangan bagi petugas medis yang dalam kondisi ini menjadi garda terdepan.

Mau tidak mau, mereka kini terpaksa menggunakan APD yang terkesan "seadanya", seperti menggunakan jas hujan selama bertugas.

Hal ini pun dialami hingga ke tingkat fasilitas kesehatan pertama, baik klinik maupun puskesmas yang ada di Kota Palembang.

Liverpool Mendominasi, Berikut 10 Pemain Bintang yang Tak Pernah Juara Liga Inggris

PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Ayus Astoni, mengatakan tak bisa dipungkiri kondisi keterbatasan APD bukan hanya terjadi di Indonesia, mengingat pandemi virus Covid-19 atau Virus Corona telah terjadi di banyak negara sehingga APD banyak dibutuhkan oleh petugas medis.

"Keterbatasan bukan hanya terjadi di Palembang makanya di Dinkes Palembang melakukan mandiri minimal mendekati standar.

Seperti petugas di puskesmas menggunakan jas hujan dan menggunakan masker.

Kelangkaan ini terjadi bukan di Indonesia saja, namun kita tidak boleh menyerah berupaya membuat APD supaya pengamanan lebih maksimal," katanya, Senin (6/4/2020).

Selain itu, dalam proses pelayanan di puskesmas saat ini dilakukan pola pengkategorian pasien berdasarkan gejala guna mengurangi kontak fisik demi pencegahan penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

Bantu Cegah Penyebaran Corona, Pengusaha di Palembang ini Berhasil Kumpulkan Donasi Rp 1 Miliar

"Memang semua puskesmas melakukan pengklasifikasian gejala penyakit pasien. Tapi, meski punya gejala batuk pilek tidak punya riwayat perjalanan maka tak bisa serta merta langsung dipisahkan.

Namun bila ada yang demam batuk-pilek dan ada riwayat langsung dibatasi kontak dengan yang lain," jelasnya.

Ayus menambahkan, pelaksanaan penanganan pasien Covid-19 gugus tugas baik Provinsi/Kabupaten/kota bekerja 24 jam dan terus meningkatkan koordinasi secara maksimal.

Ia pun meminta peran media untuk bisa menyampaikan informasi yang menenangkan masyarakat.

"Di lapangan terjadi mis komunikasi, masyarakat beranggapan virus ini menyebar di seluruh kota.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved