virus corona

Covid-19 dan Penundaan Pilkada 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyusun sejumlah opsi penundaan penyelenggaraan Pil­ka­da Serentak 2020 akibat dampak dari pandemi COVID-19.

SRIPO/ABDUL HAFIZ
Ahmad Naafi, SH, M.Kn 

Covid-19 dan Penundaan  Pilkada 2020

Oleh : Ahmad Naafi, SH, M.Kn  

Komisioner KPU Privinsi Sumatera Selatan 2013-2018 dan Pegiat Demokrasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyusun sejumlah opsi penundaan penyelenggaraan Pil­ka­da Serentak 2020 akibat dampak dari pandemi COVID-19.

Melalui pertimbangan “menye­la­matkan” tahapan Pilkada serentak 2020, pada 21 Maret 2020 lalu KPU sudah menerbitkan surat e­daran penundaan tahapan pemilihan kepala daerah provinsi, kabupaten dan wali kota (pilkada) se­rentak sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Penundaan itu tertuang dalam Ke­pu­tus­an Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU tersebut.

 Penundaan tiga tahapan yaitu pe­lantikan PPS, verifikasi bakal calon perseorangan dan rekrutmen PPDP dan Pencocokan dan Pe­ne­­litian (Coklit) data pemilih  belum bisa mengantisipasi pandemi COVID-19 setelah masa tang­gap darurat yang ditetapkan BNPB diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang atau mundur be­­be­rapa bulan kemudian  dari berakhirnya tanggap darurat.

Kondisi ini dapat diantisipasi de­ngan beberapa opsi dengan mempertimbangkan beberapa per­so­alan hukum, etika penyelenggara pemilu, etika kemanusiaan dalam situasi keprihatinan dunia dan nasional termasuk keselematan penyelenggara Pemilu dan jajarannya.

Opsi Penundaan  Pilkada

Meluasnya wabah Covid-19 menjadi penyebab yang sangat mempengaruhi penundaan Pilkada serentak 2020 terutama pemungutan suara 23 September 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved