15 Dokter Gigi Dipecat

15 Dokter Gigi Dipecat karena Tolak Promosi Perawatan Gigi Saat Physical Distancing

Sebanyak 15 Dokter Gigi Dipecat oleh sebuah perusahaan yang menaungi tiga klinik perawatan gigi, secara sepihak.

kompas.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi dokter perempuan. 

15 Dokter Gigi Dipecat karena Tolak Promosi Perawatan Gigi Saat Physical Distancing

 SRIPOKU.COM--  Sebanyak 15 Dokter Gigi Dipecat  oleh sebuah perusahaan yang menaungi tiga klinik perawatan gigi, secara sepihak karena menerapkan physical distancing atau menjaga jarak pasien.

Physical distancing itu bertujuan untuk menghindari penularan virus corona.

Kompas.com mencoba mengkonfirmasi kabar pemecatan tersebut kepada salah satu dokter. Sebut saja dokter Y, bukan inisial nama sebenarnya.

Dokter Y menceritakan, pemecatan sejumlah dokter gigi itu berawal dari penolakan promosi perawatan gigi dengan harga murah, di antaranya scalling seharga Rp 99.000 dan tambal gigi seharga Rp 190.000.

Para dokter menolak promosi perawatan gigi itu karena bisa menjadi perantara penularan virus corona dari pasien kepada dokter melalui air liur.

Pasalnya, para dokter tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai dari perusahaan.

Mereka bahkan inisiatif untuk membeli APD yang sesuai standar Kementerian Kesehatan untuk mencegah resiko penularan virus corona.

"Perawatan tersebut sudah diimbau PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) untuk ditunda karena tindakan tersebut dapat menimbulkan aerosol atau membuat virus dapat bertahan di udara selama 3 jam dan tindakan tersebut bukanlah tindakan emergency," kata Dokter Y kepada Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Dokter Y dan sejumlah dokter lainnya sempat bertemu dengan pihak perusahaan untuk membahas penundaan promosi perawatan gigi.

Halaman
123
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved