Berita Palembang

Imbas Kebijakan Jokowi, 295.067 Pelanggan PLN di Sumsel akan Dibebaskan Biaya Rekening Listrik

Sebanyak 295.067 pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang akan mendapatkan pembebasan biaya rekening listrik di Wilayah Sumatera Selatan.

ho/Sripoku.com PLN PLN UIW S2JB
Pelanggan PLN di Wilayah Sumsel 

Laporan Wartawan Sripoku.com Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebanyak 295.067
pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang akan mendapatkan pembebasan biaya rekening listrik di Wilayah Sumatera Selatan.

Serta sebanyak 161.742 pelanggan rumah tangga daya 900 VA yang akan mendapatkan diskon 50 persen.

Menyusul kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

General Manager PLN UIW S2JB dalam siaran pers-nya menjelaskan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB) siap mendukung penuh kebijakan tersebut dengan tetap mengikuti petunjuk dari PLN Pusat.

"Tentu kita dukung penuh program pemerintah, dan kita ikuti sesuai petunjuk dan arahannya. Pelanggan yang termasuk dalam kebijakan ini adalah masyarakat kurang mampu sesuai Basis Data Terpadu (BDT) dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)," jelasnya, Kamis (2/4/2020).

Harga Diri Bak Terinjak, Luna Maya Marah saat Ditawar Pengusaha, Sehari Rp 200 Juta Diminta 3 Hari

 

Sebut Pocong Bisa Bantu Social Distancing, Media Asing Soroti Pandemi Virus Corona di Indonesia

Daryono mengatakan, untuk wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu terdapat sebanyak 500.191 masyarakat yang menjadi pelanggan tarif rumah tangga daya 450 VA dan rumah tangga daya 900 VA berjumlah 236.239 pelanggan.

Dengan rincian, wilayah Sumsel sebanyak 295.067
pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang akan mendapatkan pembebasan biaya rekening listrik di Wilayah Sumatera Selatan.

Serta sebanyak 161.742 pelanggan rumah tangga daya 900 VA yang akan mendapatkan diskon 50 persen.

Untuk wilayah Jambi terdapat 96.334 pelanggan daya 450 VA dan 31.851 pelanggan daya 900 VA, sedangkan wilayah Bengkulu ada sebanyak 108.790 pelanggan daya 450 VA dan 42.646 pelanggan daya 900 VA.

"Dalam hal ini, PLN sebagai operator yang menjalankan kebijakan pemerintah, sehingga kami tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa-siapa yang berhak atau tidak berhak menerima pembebasan dan pemotongan biaya rekening listrik ini. Kami menyesuaikan dengan basis data dari TNP2K," ungkap Daryono.

Ia menambahkan, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian.

300 Anggota Polisi Calon Perwira Dinyatakan Positif Virus Corona atau Covid-19, Ini Kronologinya!

 

Video: Pasca 2 Minggu Diisolasi di RS, Hasil Rapid Test Andrea Dian Negatif Virus Corona

“Harapan kami, kebijakan pemerintah ini bisa membantu mengurangi beban masyarakat kurang mampu, dan sejalan dengan himbauan pembatasan kontak fisik yang mendorong masyarakat tetap di rumah untuk mencegah penularan yang makin luas. Jadi masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tidak harus khawatir dalam menggunakan listrik selama masa sulit ini,” pungkas Daryono.

Sebelumnya, pada Selasa (31/3) lalu Presiden Joko Widodo mengumumkan pelanggan listrik golongan 450 volt ampere (VA) akan digratiskan selama 3 bulan ke depan terhitung mulai bulan April 2020. Selain itu, pelanggan 900 VA golongan bersubsidi juga akan diberikan diskon tarif sebesar 50% dengan masa pemberlakuan yang sama.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved