Virus Corona di Sumsel

Antisipasi Penolakan Pemakaman Jenazah Positif Corona, Sumsel Disarankan Bentuk Tim Khusus Pemakaman

Antisipasi adanya penolakan warga kepada pemakaman jenazah positif corona, Pemerintah provinsi Sumsel untuk membuat tim khusus.

Tim Relawan Pemprov Lampung
Jenazah pasien positif 02 hendak dimasukkan ke liang lahat di TPU Kota Baru, Lampung Selatan, Selasa (31/3/2020). Jenazah pasien sempat ditolak warga di dua lokasi di Bandar Lampung.(Tim Relawan Pemprov Lampung) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Antisipasi adanya penolakan warga kepada pemakaman jenazah positif corona, Pemerintah provinsi Sumsel untuk membuat tim khusus.

Saran ini disampaikan oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, saat mengikuti diskusi virtual bersama organisasi jurnalis se-Sumatera Selatan, dengan tema Solusi Peliputan Media Massa Sumsel selama Pandemi Covid-19, Rabu (1/4/2020).

"Di sana (Lampung) ada yang meninggal, tidak ada yang mau memakamkan, akhirnya Babinsa yang turun,padahal kita terkendala APD," kata Irwan.

Dampak Covid-19, 166 Orang Pengawas Bawaslu Muratara Diberhentikan

 

Resepsi Khitanan, Acara Orgen Tunggal di Muaraenim Dibubarkan Polisi, 2 Keyboard Disita

Irwan pun mengantisipasi agar hal tersebut tak terjadi di Sumatera Selatan.

Sehingga jenazah pasien positif yang terjangkit virus corona bisa langsung diatasi sesuai standar WHO.

"Gugus tugasnya yang seperti ini harus ada. Siapa yang memakamkan, dimana pemakamannya harus ada.

Kalau belum ada, mungkin kita bentuk, begitu juga di kabupaten/kota di Sumsel menyiapkan pemakaman bagi yang positif dan meninggal,"jelasnya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, mereka akan berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 untuk segera membuat tim khusus penanganan jenazah pasien Covid-19.

Herman menjelaskan, protap yang dilakukan terhadap penanganan jenazah Covid-19 sangat ketat dilakukan.

Bahkan, jika pasien yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diberlakukan laiknya yang telah dinyatakan positif, meskipun hasil dari Laboratorium belum keluar.

"Kita akan segera buat surat gugus tugas kabupaten kota, untuk penyelenggaraan jenazah bagi sedikit Covid-19.

Di Kementerian Agama juga sudah ada anjuran prosesi pemakaman seperti apa, anjuran medis, juga diatur, jarak sumur terdekat, bagi jenazah yang dimakamkan. Tapi kalau untuk pemakaman kita tidak bisa mengatur, karena itu adalah kesepakatan keluarga, "jelasnya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved