Virus Corona di Sumsel

Dari Bogor, 150 Santri dan Pendampingnya Diperiksa di Posko Satgas Covid-19 Ogan Ilir, 2 ODP

Sebanyak 150 santri Pondok Pesantren Raudatul Ulum Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, menjalani pemeriksaan.

Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/RESHA
Sejumlah santri Pondok Pesantren Raudatul Ulum Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir yang menjalani penyemprotan dan pemeriksaan suhu tubuh di Posko Siaga Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (31/3/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Sebanyak 150 santri Pondok Pesantren Raudatul Ulum Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, menjalani pemeriksaan di Posko Siaga Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (31/3/2020).

Sebab, mereka baru saja pulang dari Pondok Pesantren Raudatul Ulum cabang Bogor, yang merupakan daerah yang diwaspadai wabah Virus Corona itu.

Mengendarai tiga bus, sebelum turun mereka disemprot disinfektan oleh petugas. Mereka juga menjalani pemeriksaan suhu tubuh, pencatatan administrasi hingga medis.

Tanpa Peresmian, Besok Tol Kayuagung-Palembang Sudah Bisa Dilintasi, Sejauh Ini Masih Gratis

Asisten Mudir Bidang Akademik Ponpes RU, Abdul Muhaimin, menjelaskan bahwa ke-150 santri ini berasal dari Ponpes cabang mereka, yang terletak di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor.

Mereka mengikuti program Karantina Tahfiz Al-Quran, selama 6 bulan.

"Hari ini kita pulangkan, mengikuti arahan Pemerintah yang melalui BNPB, memperpanjang masa darurat terkait Covid-19," ujarnya saat diwawancarai.

Ia mengatakan, sebenarnya para santri itu telah menjalani karantina lokal di pesantren yang ada di Cibadak itu.

Mereka dikarantina sejak 16 Maret, hingga 29 Maret kemarin.

"Setelah Pemerintah memberikan arahan, saat itu kita telah memberlakukan karantina lokal di pesantren.

Santri dan para guru tidak diizinkan keluar. Begitupun keluarga bisa masuk. Kita berlakukan di Cibadak dan Sakatiga Indralaya ini," tegasnya.

Ngotot Cerai, Meggy Wulandari Ungkap Sikap Asli Kiwil di Tengah Proses Pisah, Sindir Tanggungjawab!

Dari hasil pemeriksaan para santri yang pulang dari Cibadak tadi, ada setidaknya 6 orang yang masuk dalam status Orang Dalam Pantauan (ODP).

Dimana 2 diantaranya, merupakan santri yang berasal dari Ogan Ilir.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ada indikasi demam dan batuk. Oleh karena itu mereka masuk dalam 2 ODP," terangnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi penularan Virus Covid-19, yang ada di Kabupaten Ogan Ilir.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved