Omzet Turun Drastis, Empat Karyawan Restoran Cepat Saji di Palembang Diputus Kontrak, Kami Ikhlas
Seorang karyawan restoran cepat saji di Palembang ini mengaku diputus kontraknya oleh manajemen tempat dirinya kerja.
Penulis: Muhammadaryanto | Editor: Refly Permana
Laporan Wartawan SRIPOKU.COM, Muhammad Aryanto
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sudah diperkirakan jauh-jauh hari efek dari pandemi COVID-19 berimbas ke perekonomian.
MM (24) salah satu karyawan restoran cepat saji di kota Palembang bernasib kurang beruntung karena diputus kontrak sepihak oleh management perusahaan tempat ia bekerja.
Sebelumnya, ia sudah terlebih dahulu mengalami pemotongan gaji di bulan Maret ini.
• Herman Deru Pastikan Sumsel tak akan Lakukan Lockdown untuk Cegah Penyebaran Virus Corona (Covid-19)
Kini ia mengaku ikhlas dan memaklumi kebijakan tersebut karena memang omzet pendapatan turun cukup signifikan.
"Memang sepi bnget dan udah pasrah, emang sempat ada kabar kalo ada pengurangan karyawan tapi yang gak disangka saya juga kena" kata MM.
Menurut pengakuannya tidak hanya dirinya saja, ke empat rekannya pun bernasib sama.
"Ada yang sudah pulang ke dusun hari ini setelah menerima gaji terakhir," tambah MM.
• Pura-pura Tegar, Realitanya Hati BCL Masih Rapuh, Momen 40 Harian Asharf Sinclair Dipenuhi Air Mata
Harapnya semoga pemerintah ada solusi untuk para karyawan kontrak yang mengalami pemutusan kerja ini.
Sebab jika berkelanjutan bakal bertambah lagi angka pengangguran di Indonesia khususnya Palembang.
"Semoga pemerintah punya solusi untuk kami" tungkas MM.