Virus Corona di Sumsel

Herman Deru Pastikan Sumsel tak akan Lakukan Lockdown untuk Cegah Penyebaran Virus Corona (Covid-19)

Kita harus memikirkan dampaknya. Lockdown itu merupakan wewenang pemerintah pusat, maka kita akan mengikuti sesuai dengan aturan

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
Dok Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel H Herman Deru meninjau ODP Center Wisma Atlet Jakabaring Palembang, Senin (30/3/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel, Herman Deru memastikan Provinsi Sumsel tidak akan melakukan lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona atau corona virus disease (covid-19) di Bumi Sriwijaya.

Menurut Herman Deru, langkah lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona atau corona virus disease (covid-19) tak bisa dilakukan dengan gegabah.

Sebab, dampak dari menutup akses pintu masuk wilayah bakal memberikan dampak besar terhadap Provinsi Sumatera Selatan.

Untuk mengantisipasi penyebaran untuk mencegah penyebaran virus corona atau corona virus disease (covid-19) , Pemprov Sumsel lebih memilih memperketat pengawasan transmisi lokal.

Cegah Wabah Corona, Ponpes Qodratullah Pulangkan Santri Asal Aceh, Riau, Hingga Jambi

7 Calon Perwira Polisi Positif Corona 9 Lainnya PDP, Pendidikan Setukpa Berubah Karantina, Kronologi

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Priyo Widyanto MM Hadiri Pembukaan Rumah Sehat Covid-19 di Jakabaring

"Kita harus memikirkan dampaknya. Lockdown itu merupakan wewenang pemerintah pusat, maka kita akan mengikuti sesuai dengan aturan yang dianjurkan oleh pusat," ujarnya usai meninjau ODP Center Wisma Atlet Jakabaring Palembang, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh suatu daerah apabila ingin menerapkan lockdown.

Sebab, kebijakan itu juga bakal memiliki risiko dan dapat berdampak luas terhadap masyarakat Sumsel

Maka dari itu, sebelum melakukan lockdown Deru mengaku pihaknya terlebih dahulu memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dan bagaimana penanganannya.

"Kalau mau lockdown daerah itu harus benar-benar siap.

Harus dipikirkan juga dampaknya seperti apa. Termasuk kita harus siap memberikan kompensasi kepada masyarakat," jelas Deru.

Seorang PDP Covid-19 Asal Pagaralam Negatif, Diketahui Idap Asma Pasca Diperiksa Tim Medis

Agar tak Bikin Panik, Gubernur Sumsel Minta Media dan Masyarakat Beri Berita Baik Terkait Covid-19

Video Pengakuan Oknum Jukir Sebar Video Hoaks PDP Positif Corona: Hanya Iseng, Nggak Nyangka Viral

Sebagai pengganti sistem lockdown, Deru menegaskan Sumsel lebih mengedepankan pengawasan trasmisi lokal atau perpindahan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain yang kini menjadi media paling aktif dalam menyebarakan corona.

Selain itu, pemerintah daerah di Sumsel juga aktif mengawasi pendatang di daerahnya masing-masing.

Pegawasan dilakukan hingga ke tingkat ketua rukun tetangga (RT).

Bahkan Pemprov Sumsel mengimbau kepada perantau untuk jangan mudik dulu lebaran tahun ini.

"Warga Sumsel yang sedang merantau jangan mudik dulu. Kita juga sudah memperketat seluruh pintu masuk ke Sumsel, mulai dari bandara, pelabuhan, hingga jalur darat," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved