Virus Corona di Sumsel

Agar tak Bikin Panik, Gubernur Sumsel Minta Media dan Masyarakat Beri Berita Baik Terkait Covid-19

Maraknya pemberitaan negatif hingga hoaks mengenai virus corona atau corona virus disease (covid-19) di tanah air membuat masyarakat panik

Dok. Pemprov Sumsel
Di sela waktu akhir pekannya, Minggu (29/3) siang Gubernur Sumsel Herman Deru masih menyempatkan diri memantau kesiapan operasional ODP Center Corona di Wisma Atlet Jakabaring 
Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Maraknya pemberitaan negatif hingga hoaks mengenai virus corona atau corona virus disease (covid-19) di tanah air membuat masyarakat panik dan dilanda ketakutan.
 
Menurut Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, kepanikan atas penyebaran virus corona atau corona virus disease (covid-19) tersebut dapat membuat masyarakat semakin resah dan tidak tenang.
 
Untuk itu, Herman Deru meminta semua pihak termasuk media untuk memberikan pemberitaan dan informasi yang baik kepada masyarakat terkait virus corona atau corona virus disease (covid-19), sehingga menyejukkan dengan tidak membuat kepanikan. 
“Sabtu (28/3/2020) kemarin pemerintah pusat sudah mengeluarkan informasi resmi dua positif corona di Sumsel, satu dari Palembang dan satu dari Prabumulih.
Ini tentu ada dua sisi berpikir, bahwa ini harus disampaikan ke masyarakat itu pasti dan harus disampaikan dengan cara yang benar itu pasti juga,” katanya, Senin (30/3/2020).
 
Herman Deru mengakui, saat ini juga banyak pihak yang salah memberikan informasi.
Misalnya saja, saat seseorang datang ke rumah sakit untuk berobat lalu ada tukang parkir yang merekam dengan gawai kemudian berteriak sembari menyerukan jika orang tersebut merupakan pasien positif virus corona.
“Itu salah. Apalagi, rekaman itu menjadi viral. Jangan memberikan ketakutan bagi masyarakat lain.
 
Kami harapkan Polri dan TNI membantu untuk awasi hal seperti ini,” ujar Deru.
 
Deru menjelaskan, pihak pemerintah Provinsi Sumsel juga memberikan nama ODP Center Corona yang ada di Wisma Atlet Jakabaring Palembang saat ini sebagai Rumah Sehat Covid-19. 
 
Pemberian nama tersebut dimaksudkan agar rumah sehat ini masyarakat Sumsel tak menjadi risau dengan adanya fasilitas tersebut.
 
Dia menyebutkan, sebenarnya rumah sehat merupakan karantina ODP yang dipusatkan.
 
“Kami sepakat, ini rumah karantina ODP disebut dengan rumah sehat. Kita tidak harus sampaikan ke masyarakat yang seram-seram agar mereka sadar mereka ODP,” jelas dia.
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved