Virus Corona di Sumsel
Cegah Wabah Corona, Ponpes Qodratullah Pulangkan Santri Asal Aceh, Riau, Hingga Jambi
Kabag Humas Pondok Pesantren Qodratullah, Affan, menegaskan bahwa seluruh santri diwajibkan pulang untuk sementara waktu.
Penulis: anisa rahmadani | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Anisa Rahmadani
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kabag Humas Pondok Pesantren Qodratullah, Affan, menegaskan bahwa seluruh santri diwajibkan pulang untuk sementara waktu.
Hal ini dilakukan dalam melakukan pencegahan virus Covid-19 ini hingga waktu yang belum ditentukan.
Dijelaskannya melalui WhatsApp Senin (30/3/2020), baik santri yang berada di luar provinsi juga pulang dengan catatan wajid dijemput langsung oleh orangtuanya sendiri.
"Yang jauh juga wajib pulang, tapi yang jemput harus orangtuanya tujuannya supaya anak pulang dengan selamat dan sehat," ucapnya.
• 7 Calon Perwira Polisi Positif Corona 9 Lainnya PDP, Pendidikan Setukpa Berubah Karantina, Kronologi
Menurutnya di pesantren tersebut ada banyak santri yang berasal dari luar provinsi, seperti Aceh, Sumatera Utara, Pekanbaru, Jambi, dan Lampung. Dan semuanya pulang tanpa terkecuali
"Iya yang dari jauh kemaren itu dari Aceh orangtuanya jemput sendiri, karena sebenarnya mereka pun lebih memilih anaknya di rumah dalam penanganan virus ini," terangnya.
Sehingga menurutnya sejauh ini seluruh orangtua santri menjemput anak-anaknya di pesantren tanpa terkecuali.
Tambahnya lagi, sejauh ini pun belum ada wali santri yang melapor ke pihaknya tidak dapat menjemput putra putrinya.
"Sejauh ini mereka semua senang anaknya dipulangkan karena virus ini, dan kita juga belum ada menerima laporan wali santri yang tidak bisa menjemput anaknya," terangnya.
• Download Lagu Yessiel Trivena - Demi Raga Yang Lain, Lagu untuk Tenaga Medis Merawat Pasien Corona
Bahkan menurutnya santri yang dari Aceh, wali santri telah datang 3 hari sebelum edaran kepulangan santri.
Namun karena belum ada surat edaran maka wali santri tersebut tetap tidak diperbolehkan mengunjungi ataupun membawa makanan ke dalam pesantren.
Jelasnya lagi, dengan wali santri yang berasal dari provinsi Pekanbaru juga diakuinya sudah menghubungi sejak adanya virus tersebut.
"Mungkin karena mau dekat puasa bisanya H- seminggu puasa seluruh santri pulang terkecuali Tahfdiz, jadi orangtua yang berasal dari jauh biasanya sudah hadir dan nginap di hotel kita," jelasnya.
Namun karena dari 3 minggu yang lalu pihaknya melakukan penolakan kunjungan wali santri dan penolakan apapun dari luar, sehingga wali santri yang datang dari Jauh tidak bisa menginap di pesantren.
• Lafaz Niat & Tata Cara Sholat Ashar Lengkap Keutamaan Sholat Ashar, Sholat yang Disaksikan Malaikat
Ia pun mengaku bersyukur karena virus tersebut datang saat kegiatan mengajar di semester ini sedikit usai sehingga pemulangan santri pun tidak terlalu di khawatirkan
"Pemulangan ini juga dilakukan karena semester ini udah hampir selesai kalau di pesantren, karena seperti biasa setiap bulan puasa kita meliburkan para santri selama 40 hari,” jelasnya.