Virus Corona di Indonesia

Jokowi Minta Apotek dan Toko Sembako Tetap Buka, Jika Hal ini Diterapkan Dalam Perangi Virus Corona

Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona melalui siaran konferensi video, Senin (30/3/2020).

Wartakota/Nur Ichsan
Presiden Jokowi melakukan pemantauan langsung penyemprotan cairan desinfektan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten. Jumat (13/3/2020). Pembersihan oleh petugas gabungan tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

SRIPOKU.COM -- Semaikin hari semakin bertambahnya kasus Covid-19 di Indonesia atau Virus Corona di Indonesia maka menindak lanjuti hal tersebut Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan melalui siaran konferensi video, Senin (30/3/2020).

Dalam rapat terbatas tersebut untuk memerangi atau memutus rantai peyebaran Covid-19 di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Virus Corona di Indonesia maka pemerintah mengambil beberapa sikap yang harus diterapkan oleh masyarakat yang ada di Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan dalam rapat terbatas bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan melalui siaran konferensi video, meminta apotek dan toko kebutuhan pokok tetap buka.

Hal ini dilakukanagar kebutuhan masyarakat tetap bisa dipenuhi apabila nantinya pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan sosial ekstrem yang disertai darurat sipil.

"Saya juga minta dan pastikan bahwa apotek dan toko-toko penyuplai kebutuhan pokok bisa tetap buka untuk melayani kebutuhan warga dengan tetap menerapkan protokol jaga jarak yang ketat," kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan, kebijakan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Indonesia dan Covid-19 di Indonesia perlu dilakukan dengan skala lebih besar.

Ia juga meminta pembatasan sosial yang dikenal dengan sebutan physical distancing ini didampingi kebijakan darurat sipil.

"Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin, dan lebih efektif lagi," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lewat video conference dari Istana Bogor, Senin.

Terdeteksi Positif Covid-19, Penyerang Persib Wander Luiz Ini Kondisinya Terkini

Liga Tak Jelas Kapan Dimulai Striker Sriwijaya FC Mario Albertho Aibekob Pilih Pulang ke Biak Papua

Bandara SMB II Palembang tetap Layani Penerbangan Domestik, Penurunan Penumpang Capai 72 Persen

"Sehingga, tadi sudah saya sampaikan bahwa perlu didampingi adanya kebijakan darurat sipil," tuturnya.

Ia pun meminta jajarannya segera menyiapkan payung hukum untuk menjalankan pembatasan sosial skala besar ini sebagai pegangan bagi pemerintah daerah.

"Dalam menjalankan kebijakan pembatasan sosial berskala besar, saya minta agar segera disiapkan aturan pelaksanaan yang jelas sebagai panduan provinsi kabupaten dan kota sehingga mereka bisa bekerja," ucap Presiden Jokowi.

Diketahui, sampai Minggu kemarin, ada 1.285 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 64 pasien dinyatakan sembuh. Sementara itu, jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 114 orang.

Kasus positif paling banyak terjadi di DKI Jakarta (675), disusul Jawa Barat (149) dan Banten (106).

===========

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Darurat Sipil Diterapkan, Jokowi Minta Apotek dan Toko Sembako Tetap Buka",

Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved