Nasib Buruh

Nasib Buruh dan Kondisi Ketenagakerjaan

Kasus dugaan eksploitasi buruh pabrik kembali kita dengar dan ini akan me­nam­bah potret buram kasus buruh yang tidak manusiawi.

ist
Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si 

Nasib Buruh dan Kondisi Ketenagakerjaan

Oleh : Rini Tri Hadiyati, S.ST, M.Si

Statistisi Ahli Muda  Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan

Kasus dugaan eksploitasi buruh pabrik kembali kita dengar. Jika benar, kejadian ini akan me­nam­bah potret buram kasus buruh yang diperlakukan secara tidak manusiawi.

Mulai dari jam ker­ja yang over time, hak buruh untuk cuti yang diabaikan, upah dibawah ketentuan, pemutusan hu­­bungan kerja (PHK) sepihak, penahanan ijazah dan sebagainya.

Beberapa kasus terkuak, na­mun tampaknya masih banyak juga kasus yang tidak terangkat ke permukaan.

Buruh sebagai ka­um yang termarginalkan sering tak punya nyali melawan kesewenang-wenangan perusahaan yang demikian, disamping hidup mereka yang sangat bergantung dari upah sebagai buruh.

Perlindungan terhadap tenaga kerja memang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, diantaranya Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 28 D ayat (2), “Setiap orang berhak untuk be­­ker­ja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja”.

Se­lain itu, dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan juga telah mengatur perlindungan ter­hadap tenaga kerja.  

Demikian halnya dengan UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Per­se­lisihan Hubungan Industrial.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved