Berita PALI

Siswa Belajar Dirumah Hindari Virus Corona, Perpustakaan Rumah Pintar di PALI Tak Satupun Pengunjung

Siswa Belajar Dirumah Hindari Virus Corona, Perpustakaan Rumah Pintar di PALI Tak Satupun Pengunjung

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Aktivitas di Perpustakaan Rumah Pintar Simpang 5 Pendopo Talang Ubi sepi pengunjung para siswa belajar dirumah. 

Siswa Belajar Dirumah Hindari Virus Corona, Perpustakaan Rumah Pintar di PALI Tak Satupun Pengunjung

LAPORAN SRIPOKU.COM, REIGAN RIANGGA

SRIPOKU.COM, PALI -- Para pelajar baik SD, SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (18/3/2020) resmi belajar dirumah.

Hal tersebut sesuai instruksi Bupati melalui edaran dari Dinas Pendidikan PALI guna menghindari penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Meski begitu, imbasnya kawasan yang biasanya ramai dikunjungi para pelajar, seperti Perpustakaan Rumah Pintar yeng berlokasi Simpang 5 Pendopo Kecamatan Talang Ubi sepi pengunjung.

Biasanya ramai para pelajar datang untuk membaca maupun pinjam buku. Namun hari ini (Rabu-red) pelajar diliburkan, hingga sore hari tidak ada satu pun pelajar datang," ungkap Dewi salah seorang petugas Perpustakaan Rumah Pintar, Rabu.

Cegah Covid-19 Masuk ke Pagaralam, Walikota Pagaralam Lakukan Ini Hingga Cek Kesiapan RSUD Besemah

Dirawat 2 Hari, Pasien Positif Covid-19 Ini Meninggal Dunia, Berikut Riwayat Perjalanannya

Daftar Rumah Sakit di Palembang yang Meniadakan Jam Besuk Ternyata Ini Alasannya

Menurutnya, dalam satu hari biasanya para pelajar berkunjung ke Perpustakaan hingga bisa mencapai 20-30 orang.

Aktivitas sehari-hari di Perpustakaan tersebut, lanjut dia, kerap dijadikan para pelajar yang mendominasi ini tempat ngobrol sambil membaca.

"Biasanya itu para pelajar SD yang sering datang kemari. Namun sekarang mungkin karena libur jadi sepi," katanya.

"Dari buku yang sering dibaca maupun dipinjam para pelajar ini biasanya buku cerita rakyat atau dongeng. Meski ada juga yang meminjam buku pelajaran," jelasnya lagi.

Sementara, Plt Kadisdik PALI Kamriadi menuturkan bahwa tanggal 18-30 Maret para belajar diinstruksikan untuk belajar dirumah atau selama dua pekan kedepan.

Selain itu, terkait masalah pelayanan pendidikan dialihkan menjadi sistem online.

"Pelayanan pendidikan serta kordinasi dengan para kepala sekolah kita alihkan ke sistem online. Hal ini guna menghindari kontak langsung penyebaran Covid-19," katanya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved