Breaking News

Inilah Efek Samping Cuci Darah untuk Gagal Ginjal: dari Tekanan Darah Rendah hingga Infeksi

Cuci darah atau disebut hemodiliasis merupakan terapi untuk menggantikan peran ginjal yang tidak dapat bekerja dengan efektif.

Tayang:
Editor: Bejoroy
Inilah
Ilustrasi - Ketika ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsinya itu, seseorang dapat mengalami gagal ginjal dan cuci darah bisa menjadi alternatif penanganannya. 

SRIPOKU.COM - Cuci darah atau disebut hemodiliasis merupakan terapi untuk menggantikan peran ginjal yang tidak dapat bekerja dengan efektif.

Ginjal terletak di kedua sisi tulang belakang, tepat di atas pinggang, dan tugas utamanya menyaring darah.

Ginjal yang sehat akan memisahkan limbah beracun, mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, keseimbangan asam basa dalam tubuh.

CATAT Kini BPJS Kesehatan Permudah Prosedur Cuci Darah Bagi Peserta JKN-KIS, Tanpa Perlu ke FKTP!

Manfaat Kulit Petai untuk Obat Impotensi, Diabetes dan Asam Urat, tapi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Selain itu, ginjal juga berfungsi memproduksi hormon yang membantu dalam mengendalikan tekanan darah, membuat sel darah merah, dan menjaga tulang tetap kuat.

Ketika ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsinya itu, seseorang dapat mengalami gagal ginjal dan cuci darah bisa menjadi alternatif penanganannya.

Dilansir Healthline, terapi cuci darah menggunakan sebuah alat yang dapat menyaring limbah beracun dalam darah.

Alat ini akan bekerja sebagai ginjal buatan yang akan mengeluarkan darah, membersihkannya, lalu menyaringnya kembali ke dalam tubuh.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Apa efek samping dari cuci darah?
Cuci darah merupakan prosedur medis yang penting bagi para pengidap gagal ginjal. Akan tetapi, prosedur ini dapat memberikan efek samping bagi orang yang menjalaninya.

Salah satu efek samping dari cuci darah yang paling umum adalah kelelahan.

Namun ada juga yang mengalami efek samping lain, di antaranya:

1. Tekanan darah rendah

Cuci darah dapat mengakibatkan darah rendah karena tubuh kehilangan cairan sementara selama prosedur terapi berlangsung.

Ketika tekanan darah turun saat proses cuci darah, pasien akan merasa pusing, mual, kulit lembab, dan penglihatan menjadi buram.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved