Kemarahan Raffi Ahmad Tahu Keponakannya, Anak Syahnaz 'Dijual' Oleh Akun tak Dikenal Seharga Rp 1 M
Kemarahan Raffi Ahmad Tahu Keponakannya, Anak Syahnaz 'Dijual' Oleh Akun tak Dikenal Seharga Rp 1 M
Kemarahan Raffi Ahmad Tahu Keponakannya, Anak Syahnaz 'Dijual' Oleh Akun tak Dikenal Seharga Rp 1M
SRIPOKU.COM - Raffi Ahmad murka saat foto keponakan kembarnya, Zayn dan Zunaira dipajang oleh akun Instagram @jualbelibayisekarang.
Bayi kembar Zayn dan Zunaira sendiri merupakan anak dari pasangan Syahnaz Sadiqah dan dan Jeje Govinda.
Dalam keterangannya, bayi tersebut dijual dengan harga Rp 5 juta sampai Rp 1 Miliar.
• Lagi Hamil Vanessa Angel Mengaku Berhenti Merokok,Terbantu Sang Suami tak Merokok
• Tak Cuma Identitas Asli Terbongkar, Kebohongan Lucinta Luna Tentang Eks Pacar Bocor, Mantannya Pria!
• Raffi Ahmad Mati Gaya Salah Sebut Nama Mantan, Ayu Dewi Ngakak Puas Suami Nagita Singgung Aura Kasih
• Tipuan Syahrini ke Reino Barack Cuma Demi Konten, Kebohongan Adegan Mesra di Video Baru Terungkap!
• Azriel dan Dul Siap-siap Patah Hati, Tiara Idol Ternyata Punya Pacar Bernama Abi Tinggal di Jember
• Bak Lenyap Ditelan Bumi, 7 Juara Indonesian Idol Ini Justru Karirnya Nyungsep, No 2 Lagi di Penjara
Bahkan dituliskan oleh akun Jual Beli Bayi Sekarang, bahwa bayi tersebut sudah tidak diberi makan oleh kedua orang tuanya.
"Ket: anaknya sudah tidak dikasih makan sama orangtuanya. Dikarenakan orangtuanya sudah tidak mampu membiayakan kebutuhan anaknya.
Maka dari itu, orangtua dari anak tersebut (Syahnaz dan Jeje), datang ke ke panti kami agar anaknya segera ditarifkan, sijual ataupun diadopsi," tulisnya.
Mendapati hal itu, pihak keluarga Syahnaz geram.
Termasuk sang kakak, Raffi Ahmad.
"Lihat ada akun kaya gini tuh gila sih ya, maksudnya apa? Gak cvuma anakku doang yang dipost, ada foto bayi lain juga banyak.
Kesel banget sih ini liatnya," komentar Raffi Ahmad di story Instagramnya, Kamis (5/3/2020).Syahnaz juga mengunggah hal yang sama dengan Raffi Ahmad.
Saat Tribunjateng.com menelusuri, akun Instagram Jual Beli Bayi Sekarang sudah tidak bisa ditemukan lagi.
Komnas PA sebut kejahatan jual beli bayi sulit diungkap.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengaku kesulitan mengungkap kejahatan penjualan bayi secara 'online', karena membutuhkan bukti kuat untuk membongkar kegiatan ilegal yang terkoordinasi tersebut.
"Saat ini, praktik penjualan bayi melalui jejaring sosial secara online marak dan sulit diungkap karena harus mengumpulkan bukti-bukti dan saksi," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di Jakarta, yang tribunjateng.com lansir dari laman hukumonline.com.