Kisah Anjing Bertaruh Nyawa Kalahkan Ular Kobra dan Mati, Demi Lindungi Anak Majikan yang Terancam!

Kisah Haru Perjuangan Anjing Bertaruh Nyawa Demi Majikan, Kalahkan Ular Kobra kini Bernasib Malang

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Facebook Hati Sebagai Hamba
Kisah Anjing Bertaruh Nyawa Kalahkan Ular Kobra dan Mati, Demi Lindungi Anak Majikan yang Terancam! 

Ia tampak tak bersemangat dan lesu ketika ditinggal pergi oleh almarhum ayah Fadhil.

Diketahui jika Rambo yang merupakan jenis kucing persia ini dirawat oleh ayahnya semenjak kecil hingga menghabiskan waktu bersama bahkan tidur sekalipun.

Berbagai cara dilakukan Fadhil untuk mengembalikan kesehatan Rambo hingga dibawa ke klinik hwan dan diperiksa, namun ternyata Rambo bukan mengalami sakit fisik, tetapi psikisnya terganggu.

Inilah 6 Jenis Kucing Termahal di Dunia, Ada yang Harganya Setara Rumah, No Terakhir Paling Langka!

Ini namanya “Rambo”.
Kucing persia yang sejak kecil diadopsi oleh almarhum ayah saya, dia sehari-hari hanya dirumah saja bersama ayah saya. Makan dan minumnya diperhatikan, bahkan kalau sakit sampai dibawa ke klinik dokter hewan. Hingga tidur pun selalu nempel dengan ayah saya.
Seolah dia sudah terdapat ikatan batin dengan ayah saya.

Di hari ayah saya meninggal, si Rambo mendadak sakit. Badannya panas dan tidak mau makan. Namun ketika malam hari pengajian, si Rambo nampak sehat-sehat saja dan mengikuti acara pengajian selama 7 hari berturut dirumah. Dia hanya duduk saja disamping para tetangga yang membacakan surat Yaasin seolah mendengarkan.

Sejak hari itu, Rambo sudah dibawa ke klinik secara berkala karena kesehatannya menurun dan dehidrasi tinggi. Bahkan sempat menjalani masa opname beberapa hari di klinik hewan. Setelah dinyatakan sembuh, Rambo diperbolehkan pulang oleh dokter namun tetap saja tidak bersemangat seperti sebelumnya. Hanya tidur saja dan duduk didepan Tv.

Pandangannya kosong meskipun sudah mau sedikit demi sedikit makan makanan bervitamin tinggi. Kemudian beberapa hari selanjutnya dokter mengatakan bahwa itu bukan gejala sakit fisik, melainkan kucing mempunyai psikis juga yang bisa merasakan kesedihan dan kehilangan.

Benar saja, ketika saya checkup ke klinik menyatakan bahwa dia sedang sehat sehat saja, pencernaan berjalan normal hanya saja dia tidak bersemangat dan sedikit makan dengan pandangan kosong.

Lalu kami sekeluarga mempunyai inisiatif bahwa bagaimana jika si Rambo ini diajak untuk berkunjung ziarah ke makam ayah saya.

Ketika sesampainya di makam almarhum ayah saya, si rambo hanya terduduk diam sambil memandangi sekeliling. Kemudian dia berjalan sendiri dengan mata sayu nya menuju batu nisan ayah saya, dan mulai terduduk diam selama kami semua membacakan doa bersama.

Setelah membaca doa selesai, si Rambo tak kunjung pergi dari tempat duduknya semula dari awal dia datang. Pandangannya hanya tertuju kearah batu nisan dan sesekali menyederkan badannya diatas batu nisan.

Kami semua hanya menyaksikan momen tersebut sembari mengabadikan momen Rambo. Kemudian kami semua pulang.

Setibanya di rumah, Rambo sudah mulai mau makan dan dehidrasinya sudah berkurang meskipun tidak secepat waktu untuk pulih.

Dari sini saya mulai memahami bahwa hewan yang setia pun ternyata mempunyai perasaan yang sama dengan manusia. Hanya saja cara mengungkapkan nya bisa saja berbeda, siapa yang tahu?
Wallahualam.

Menyentuh! Iseng Beri Makan Kucing Telantar, Pria ini Kaget Saat Hendak Membayar Tagihan di Kasir

SEDIH, Kucing Ini Bawakan Makanan untuk Saudaranya yang Dikira Tertidur Ternyata Sudah Mati!

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved