Berita Muratara

Pemilihan BPD, Suku Anak Dalam Pun Protes Jika Aturan tak Dipatuhi, Datangi Kantor Bupati Muratara

Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendatangi kantor bupati.

Tribunsumsel.com/Rahmat Aizullah
Puluhan Suku Anak Dalam mendatangi Kantor Bupati Muratara untuk memprotes pemilihan anggota BPD yang terpilih merangkap jabatan. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Puluhan warga Suku Anak Dalam  (SAD) dari Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendatangi kantor bupati setempat, Rabu (19/2/2020).

Kedatangan mereka dalam rangka mempertanyakan aturan tentang pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang telah dilaksanakan di desa mereka.

Salah seorang warga Suku Anak Dalam bernama Susi mengikuti pemilihan BPD di Desa Sungai Jernih, namun hasilnya ia dikalahkan oleh calon BPD bernama Neni seorang bidan desa.

Warga Suku Anak Dalam mempertanyakan Perda Kabupaten Muratara Nomor 17 Tahun 2017 BAB III Pasal 8 Huruf F tentang hak, kewajiban dan larangan bagi anggota BPD.

Tentang larangan, bahwa dalam Perda tersebut anggota BPD dilarang merangkap jabatan, baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun honorer atau pekerja tidak tetap di lingkungan Pemda.

"Jadi pemilihan BPD kemarin itu yang menang Neni, nah rombongan mereka (Suku Anak Dalam) ini mempertanyakan, Neni kan bidan desa, tidak boleh merangkap jabatan anggota BPD," kata Kepala Desa Sungai Jernih, Yutami.

Oleh sebab itu, pihaknya menunda penandatanganan berita acara hasil pemilihan pengisian BPD tersebut, karena masih ada pihak yang mempertanyakan status bidan desa si Neni.

Hendak Berdamai dalam Kasus Tabrakan Motor, Malah Berujung Pembunuhan Terjadi di Muara Beliti Mura

Satu Pelaku Begal Terhadap Guru SMP 2 di Suak Tape Banyuasin Ditembak Polisi, 2 Orang Masih Buron

Gubernur Herman Deru Harapkan Walikota-Bupati Paham Soal Regulasi Pengelolaan Keuangan Daerah

"Saya masih menunda, nanti takutnya setelah dibuat SK BPD ternyata dia (Neni) mau tetap jadi bidan desa, kan tidak boleh, dia harus memilih, bidan desa atau anggota BPD," ujar Yutami.

Sementara Kepala Suku Anak Dalam Desa Sungai Jernih, Jakparin mengatakan, sejak awal ia sudah menyampaikan agar bidan desa Neni tidak usah mengikuti pencalonan BPD.

"Dia kan sudah jadi bidan desa, seharusnya tidak usah lagi ikut calon BPD, biarkan si Susi dari perwakilan Suku Anak Dalam yang ikut calon BPD sebagai keterwakilan perempuan," ujarnya.

Menurut Jakparin, Suku Anak Dalam seharusnya didukung untuk maju, salah satunya dengan menjadi bagian dari pemerintahan sebagai anggota BPD.

"Saya kan sudah minta, Susi saja calon BPD dari keterwakilan perempuan, kalau Neni dan Susi calon yah pasti kalah Susi, kami Suku Anak Dalam ini pasti kalah, makanya Susi jangan ada lawannya," kata dia.

"Katanya mau memajukan Suku Anak Dalam ini, kita harus memikirkan Suku Anak Dalam ini supaya maju, kalau kami tidak diberi kesempatan, bagaimana kami bisa maju," tambahnya. (cr14)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved