Ada Corona, Penumpang Rute Internasional di Bandara SMB II Palembang Turun 20 Persen

Adanya kasus Virus Corona yang menyerang Tiongkok membuat aktivitas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ikut terkena dampak.

Ada Corona, Penumpang Rute Internasional di Bandara SMB II Palembang Turun 20 Persen
SRIPOKU.COM / Tatik
Suasana Bandara SMB II palembang, Jumat (14/2/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Adanya kasus Virus Corona yang menyerang Tiongkok membuat aktivitas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ikut  terkena dampak.

Kepala Angkasa Pura II Cabang Bandara Sultan Mahmud Badarudin II, Fahrozi mengatakan jumlah penumpang rute internasional turun 20 persen dari biasanya.

Dikatakannya, turunnya jumlah penumpang karena memang saat ini low season atau musim sepi penumpang dan juga dibarengi adanya kasus Corona.

"Hanya ada dua rute oenerbangan langsung dari Palembang yakni tujuan Kuala Lumpur oleh maskapai Airasia dan Singapura dengan maskapai scoot," ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Dia mengatakan dua rute penerbangan ini diawasi ketat oleh tim gabungan untuk mencegah dan mengantisipasi penularan virus tersebut.

Caranya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang memberikan kartu kewaspadaan kepada setiap penumpang yang datang dari China atau punya riwayat perjalanan ke China.

Kepala Seksi Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Palembang Fenty mengatakan, kartu kewaspadaan diberikan kepada penumpang yang datang dari China atau punya riwayat perjalanan ke China mengingat masa inkubasi virus corona baru sekitar 14 hari.

"Semua penumpang dari penerbangan luar negeri yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, flu dan batuk berulang kali juga akan langsung diawasi serius," ujarnya.

Dampak Virus Corona, Warga Singapura Pakai Kondom untuk Menekan Tombol Lift, Ini Fakta Sebenarnya

 

Pulang dari Korea Selatan WNI Alami Demam Tinggi, Diduga Kena Virus Corona, Dirawat di Ruang Isolasi

Kartu kewaspadaan berisi data-data penumpang berdasarkan hasil pemeriksaan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Kartu kewaspadaan itu bisa menjadi tambahan informasi bagi dokter puskesmas atau rumah sakit yang menangani pasien dengan gejala demam, batuk, dan gangguan pernafasan dalam melakukan diagnosis.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved