Alasan Mengapa Ruas Tol Terpeka Tertutup untuk Kendaraan Angkut Muatan Banyak dan Berukuran Lebar

Seluruh jenis kendaraan roda empat mulai dari mobil pribadi, Bus dan Angkutan barang dapat melintasi ruas tol tersebut.

tribunsumsel.com/nando
Penampakan ruas tol Terpeka di Kabupaten Mesuji, Lampung. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Jalan tol ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang- Kayuagung, yang juga biasa disebut ruas Terpeka, telah lama dioperasionalkan untuk kendaraan umum.

Seluruh jenis kendaraan roda empat mulai dari mobil pribadi, Bus dan Angkutan barang dapat melintasi ruas tol tersebut.

Namun terdapat kendaraan yang tidak boleh melintas karena bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di dalam ruas jalan tol.

Kepala Cabang PT Hutama Karya Ruas Terbanggi Besar-Kayuagung, Yoni Setyo, menjelaskan bahwa kendaraan angkutan barang yang melebihi ketentuan tidak dapat memasuki jalan tol.

6 Januari Berlaku Tarif Tol Terpeka, Pengendara Dilema

"Kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL) menyebabkan kerugian bagi pengguna jalan yang lain," ucapnya kepada Tribunsumsel.com, Rabu (12/2/2020) malam.

Selain itu pula terdapat beberapa kerugian dan potensi terjadinya kecelakaan lebih meningkat, sebab kendaraan ODOL.

"Kecepatan kendaraan Odol kan hanya kurang dari 60 kilometer perjam, sehingga mempunyai resiko terhadap tabrak belakang (bagi pengguna jalan yang lain).

Serta menghambat laju kendaraan lain karena secara otomatis memenuhi badan jalan," jelasnya.

Disebutkan lebih lanjut oleh Yoni jika terdapat kerugian lainnya yakni mengenai kontruksi jalan karena jika selalu dilewati kendaraan ODOL jalan semakin cepat rusak.

"Mobil yang melebihi muatan dapat menimbulkan efek kerusakan jalan (baik jalan tol maupun jalan non tol).

Maka dari itu tidak mobil angkutan tersebut dilarang melintas di jalan tol Terpeka," ujarnya menghimbau kepada masyarakat.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved