Bagaimana Memulihkan Diri Setelah Jadi Korban Perundungan?

Perilaku bullying atau perundungan bisa ditemui di mana saja dan masih sulit dihilangkan, walau seringkali berujung maut.

Editor: Bejoroy
seattletimes
Ilustrasi - Bullying bisa menyebabkan dampak serius terhadap kesehatan mental seseorang, bahkan sampai dewasa. Namun, bukan berarti ingatan menjadi korban bullying tidak bisa dihapus. 

"Ini melatih dirimu untuk mengubah pemikiran dan perilaku, menangani pola pikir negatif, fobia sosial atau rendah diri," ungkapnya.

Jika ada rasa marah atau dendam yang tertinggal, sejumlah studi mengindikasikan bahwa teknik keadilan restoratif (restorative justice) bisa cukup membantu.

Restorative justice sendiri merupakan mediasi antara korban dan pelaku yang dilakukan untuk mendiskusikan pengampunan terhadap suatu permasalahan.

Namun, praktik semacam itu hanya dapat memberi manfaat bagi korban dan pelaku intimidasi masing-masing jika diterapkan dalam lingkungan yang terkendali seperti sekolah dan dilakukan oleh staf yang terlatih.

Terakhir, jangan menyalahkan diri sendiri karena pernah menjadi korban bullying. Sebab, sejumlah studi mengatakan hal ini umum terjadi dan membuat korban bullying memiliki persepsi yang buruk atas dirinya.

"Jika korban tidak menerima diri mereka dan tidak berhenti menyalahkan diri sendiri, maka akan sulit menyembuhkan luka itu," ujar Tzani-Pepelasi.

Penulis: Nabilla Tashandra

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Memulihkan Diri Setelah Jadi Korban Bullying

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Facebook Sripoku
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved