Breaking News

23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap

23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap

Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
Majalah Hai; Facebook
23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap 

Sebelum ajal menjemput, Galang dan band-nya sempat mengeluarkan sebuah album.

Di kenal sebagai sosok remaja yang cuek, nyatanya Galang sempat menjadi trendsetter bagi orang-orang seusianya.

Saat masih hidup, Galang kerap memakai kalung kawat dan banyak kalangan anak muda yang meniru gayanya.

Galang mengaku sama sekali tak ingin mengekor pada nama besar Iwan Fals.

Buktinya, aliran musik yang ia bawakan bersama sekelompok temannya sangat berbeda dengan Iwan.

"Saya adalah saya, dan Iwan Fals adalah Iwan Fals!" tegasnya pada 15 Maret lalu.

Ada satu hal lain yang ditinggalkannya. Galang telah menyiapkan sebuah proyek musik yang masih dirahasiakan, yang menurutnya superaneh.

Seaneh penampilannya sewaktu tampil bersama band Bunga di acara Musik Teknik
Jayabaya.

Sekadartahu saja, Galang waktu itu mengenakan kaos dengan coreng-moreng bertuliskan Dosa. Bibirnya dipoles lipstik hitam.

Galang Rambu Anarki tampil di Musik Teknik Jayabaya, satu bulan sebelum kepergiannya.
Majalah Hai
Galang Rambu Anarki tampil di Musik Teknik Jayabaya, satu bulan sebelum kepergiannya.

Band ketiga

Di rumah duka, jalan Perkici XIV No. 69 Bintaro, Jakarta Selatan, para pelayat dari berbagai kalangan sudah berdatangan sejak pagi.

Semuanya menyatakan keterkejutan, sekaligus rasa kehilangannya.

Di antara yang tampak nadir adalah Dewa Budjana, Dani Wijanarko, Gilang Ramadhan, Setiawan Djody, dan masih banyak lagi.

"Gua nggak tau harus gimana. Anehnya, perasaan gua dari tadi malam udah bilang Galang meningga!. Padahal beritanya baru sampai ke kuping gua tadi pagi," firasat Oppie Andaresta dengan mata sembab.

Iwan Fals sendiri tenggelam dalam kepedihan yang mendalam, nyaris tidak berkata-kata. Pelantun tembang Bento itu hanya bisa terduduk di ambulans yang membawa jenazah Galang ke mesjid, sampai ke tempat pemakaman.

Sehari sebelum meninggal, Galang sempat latihan bersama Borr, bandnya yang baru, di studio One Feel, jalan Fatmawati Gg. Pretty Sister No. 17 A, Jakarta Selatan.

"Mereka mem-booking studio dari jam 19.00. Tapi karena masih menunggu personel Borr lain yang seluruhnya berjumlah lima orang, latihan jadi molor. Mulai jam 20.30 sampai jam 22.00," jelas Hendi Indrasari, operator yang menset peralatan di studio itu.

Borr adalah band ketiga Galang, setelah Bunga dan Sangkakala. Menurut Hendi, Borr adalah band yang beraliran Hard Core.

Di sini Galang cuma jadi vokalis, nggak sekaligus main gitar seperti di Bunga dan Sangkakala.

Masih menurut Hendi, Galang terkenal supel dan sederhana.

"Galang suka becanda, ketawa-ketawa, dan gampang akrab sama orang. Kalau ke studio Galang nggak pernah bawa mobil sendiri. Paling banter  naik taksi," tambahnya lagi.

Berbeda dengan Oppie yang seakan-akan ada firasat Galang meninggal, Hendi justru tidak menyangka sama sekali.

Selama menemani Galang latihan malam itu perasaannya biasa-biasa saja.

"Yang jelas, saya kaget setengah mati waktu esoknya mendengar dia meninggal dunia," ujarnya.

Dari pihak keluarga memang beium terdengar berita pasti mengenai sebab-musabab kemattan Galang. Sejumlah wartawan pun hanya bisa mendapatkan informasi tentang waktu kematian cowok yang tahun ini baru 15 tahun itu dari selembar papan wana putih.

Di usianya yang masih begitu muda, Galang telah berani memilih untuk meninggalkan sekolah demi meneruskan jalan yang serupa dengan sang papa (begitu ia memanggil Iwan).

Sayang proyek yang dibilang rahasia itu belum sempat digarapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved