23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap
23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap
Penulis: fadhila rahma | Editor: Welly Hadinata
23 Tahun Silam Galang Rambu Anarki Meninggal, Anak Kandung Iwan Fals, Rahasia Kematiannya Diungkap
SRIPOKU.COM - Galang Rambu Anarki, putra legenda musik Indonesia Iwan Fals memang telah berpulang pada 23 tahun yang lalu.
Bagi penggemar Iwan Fals mungkin sudah tak asing lagi dengan lagu berjudul 'Galang Rambu Anarki'.
Ya, lagu tersebut Iwan Fals sengaja ciptakan bagi kelahiran anak pertamanya yang ia beri nama Galang Rambu Anarki, yang lahir pada 1 Januari 1982.
Namun sayangnya, Iwan Fals ini harus mengikhlaskan kepergian Galang Rambu Anarki yang meninggal pada 25 April 1997.
Peristiwa meninggalnya remaja yang mengikuti jejak ayahnya berkarier di dunia musik tersebut terekam dalam artikel berjudul "Galang Rambu Anarki: Akhir Sebuah Proyek Superaneh" yang terbit di Majalah HAI edisi 17/XXI/1997 berikut ini.
• Kabar Soimah tak Dipakai Lagi Jadi Juri LIDA 2020 Terjawab Sudah, Sohib Nassar Akhirnya Ungkap Ini
• Ayu Ting Ting Didoakan Kecelakaan, Umi Kalsum Kebakaran Jenggot tak Kasih Ampun, Didi Riyadi Keseret
• Kondisi Jasad Anak Karen Pooroe Dinilai Janggal, Pengasuh Sampai Heran Saat Mandikan Jenazah Zefania

Putra sulung pemusik tenar lwan Fals itu ditemukan tewas di dalam kamarnya.
Malamnya la masih sempat latihan bersama band barunya, Borr.
--
Jumat, 25 April 1997 lalu, langit kawasan Bintaro sektor 5 seolah menjadi mendung. Suasana kelabu itu menyelimuti keluarga Virgiawan Listanto atau akrab dipanggil Iwan Fals.
Sang putra, yang pernah diabadikan dalam lagu berjudul Galang Rambu Anarki itu, berpulang ke llahi.
Galang, begitu cowok kelahiran 1 Januari 1982 itu biasa dipanggil, pergi dengan sangat mendadak. la ditemukan tewas di tempat tidurnya, pukul 03.00 dini hari.
Tentu saja ini merupakan cobaan yang berat buat orang-orang yang sangat mencintainya. Iwan, ibunya (Yos), adiknya semata wayang (Cikal), serta tentu saja teman-teman sepermainannya.
Apa boleh buat, semua cita-citanya untuk menjadi pemusik yang lebih besar dari kharisma sang ayah kandas di tengah jalan.
Galang disebut meninggal akibat sakit asma.
• Raffi Ahmad Dapat Musibah di London, Punggung Kaki Suami Nagita Slavina Membiru & Bengkak, Sakit!
• Nasib Cinta Ayu Ting Ting Cuma Angan Semu, Eks Enji Ternyata Masih Ada Dendam, Hatinya Masih Terluka
Namun beredar rumor bahwa Galang berpulang akibat overdosis narkoba.
Dalam wawancara khusus Iwan Fals bersama presenter Andy F. Noya di tayangan Kick Andy, Iwan membongkar rahasia kematian putranya.
Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari unggahan akun YouTube Perjalanan Hidup yang memposting sebuah video pada 27 Desember 2017.
"Saya memberanikan diri bertanya pada anda, apakah Galang meninggal overdosis menggunakan obat-obatan terlarang?," tanya Andy F. Noya.
"Ndak, itu, ndak.. ndak... udah... apa, pernafasan dia agak nggak bagus ya, di pernafasan dia.

Sempet dia seperti layaknya anak-anak di umur segitu, mencoba ya, 'oh, ini ganja ya, ini apa', putaw ya saat itu?.
Ini, ini, ini tapi udah tau, udah tau, terus aku mau musik, pengertian.
Tapi, saya percaya sama dia, dia cepet tahapan itu dia lewat. Dan dia lewatin dengan gagah. Dan albumnya diselesaiin," jelas Iwan Fals.
"Ada yang mengatakan, Galang coba-coba mengkonsumsi obat-obatan, karena anda juga pernah mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Seberapa jauh kebenarannya?," tanya Andy F. Noya lagi.
"Jauh... Benar, jauh. Untung Yos (istri Iwan Fals) banyak bantu saya. Temen-temen OI, banyak menyadarkan saya, Falsmania juga, Pers juga itu, keluarga saya. Temen-temen," jelas Iwan.
"Berapa lama anda tenggelam dalam urusan narkoba ini?," tanya Andy.
"Ada, lama ya... 79-80," Jawab Iwan.
Kepergian Galang tentunya memberikan duka mendalam bagi sang ayah, Iwan Fals.
Terdapat momen begitu memilukan saat Iwan Fals memandikan jenazah almarhum.
Dikutip dari Tribun Jabar, ada sebuah kalimat yang diucapkan Iwan berkali-kali.
"Galang, kamu sudah selesai, Papa yang belum, Lang, kamu sudah selesai, Papa yang belum," ujar Iwan Fals seperti dikutip.
Semasa hidupnya, Galang Rambu Anarki merupakan sosok 'pemberontak'.
Dirinya tidak ingin menikmati angin segar di atas nama besar ayahnya.
Dalam sebuah wawancara dengan tayangan Infotainment Kabar Kabari, semasa hidup Galang Rambu Anarki sempat mengaku tak ingin mengekor pada nama besar sang ayah.
Hal ini seperti dikutip dari unggahan video akun Imaji Nasi pada 31 Oktober 2017.
"Galang pengen punya warna musik sendiri om, bukan alternatif, bukan Pop, bukan apa, bikin aliran sendiri.
Hehe... memulai sesuatu yang baru. Ya Iwan Fals, Iwan Fals, Galang ya Galang lah... lain...," ujarnya Galang saat itu.
Saat ditanya apa warna musik Galang dan konsep bermain musik bandnya, Galang mengaku warna musiknya nggak monoton.
"Bebas di sini, nggak ada yang ngelarang sih om, maksudnya vokalisnya musti gini.. gini... enggak gitu. Main aja sebebasnya," lanjut Galang.
Galang memutuskan keluar dari SMP Pembangunan Jaya di Bintaro yang kala itu adalah sekolah termahal di ibu kota.
Galang lebih memilih bermusik, bahkan saat itu ia ingin menikah.
Dalam benaknya, dengan dirinya berkecimpung di dunia musik maka istrinya akan ternafkahi.
Meski memutuskan untuk berhenti sekolah, Iwan Fals mengaku bahwa putra sulungnya itu bertanggung jawab atas segala keputusan yang diambilnya.
Iwan Fals bahkan menjadi saksi betapa gigih Galang meraih mimpi.
Hal itu terlihat saat bandnya sedang latihan, Iwan melihat Galanglah satu-satunya anggota band yang datang paling pagi.
Di balik segala sikap Galang yang membuat Iwan kewalahan, ternyata Galang merupakan anak yang tak suka hura-hura.
Ia dulunya minta uang hanya untuk ongkos ke sekolah, sedangkan untuk belanja ia tak punya biaya.
Di usia masih sangat muda Galang mampu membentuk sebuah band Bernama Bunga.
Dimana dirinya menjadi seorang gitaris.
Sebelum ajal menjemput, Galang dan band-nya sempat mengeluarkan sebuah album.
Di kenal sebagai sosok remaja yang cuek, nyatanya Galang sempat menjadi trendsetter bagi orang-orang seusianya.
Saat masih hidup, Galang kerap memakai kalung kawat dan banyak kalangan anak muda yang meniru gayanya.
Galang mengaku sama sekali tak ingin mengekor pada nama besar Iwan Fals.
Buktinya, aliran musik yang ia bawakan bersama sekelompok temannya sangat berbeda dengan Iwan.
"Saya adalah saya, dan Iwan Fals adalah Iwan Fals!" tegasnya pada 15 Maret lalu.
Ada satu hal lain yang ditinggalkannya. Galang telah menyiapkan sebuah proyek musik yang masih dirahasiakan, yang menurutnya superaneh.
Seaneh penampilannya sewaktu tampil bersama band Bunga di acara Musik Teknik
Jayabaya.
Sekadartahu saja, Galang waktu itu mengenakan kaos dengan coreng-moreng bertuliskan Dosa. Bibirnya dipoles lipstik hitam.

Band ketiga
Di rumah duka, jalan Perkici XIV No. 69 Bintaro, Jakarta Selatan, para pelayat dari berbagai kalangan sudah berdatangan sejak pagi.
Semuanya menyatakan keterkejutan, sekaligus rasa kehilangannya.
Di antara yang tampak nadir adalah Dewa Budjana, Dani Wijanarko, Gilang Ramadhan, Setiawan Djody, dan masih banyak lagi.
"Gua nggak tau harus gimana. Anehnya, perasaan gua dari tadi malam udah bilang Galang meningga!. Padahal beritanya baru sampai ke kuping gua tadi pagi," firasat Oppie Andaresta dengan mata sembab.
Iwan Fals sendiri tenggelam dalam kepedihan yang mendalam, nyaris tidak berkata-kata. Pelantun tembang Bento itu hanya bisa terduduk di ambulans yang membawa jenazah Galang ke mesjid, sampai ke tempat pemakaman.
Sehari sebelum meninggal, Galang sempat latihan bersama Borr, bandnya yang baru, di studio One Feel, jalan Fatmawati Gg. Pretty Sister No. 17 A, Jakarta Selatan.
"Mereka mem-booking studio dari jam 19.00. Tapi karena masih menunggu personel Borr lain yang seluruhnya berjumlah lima orang, latihan jadi molor. Mulai jam 20.30 sampai jam 22.00," jelas Hendi Indrasari, operator yang menset peralatan di studio itu.
Borr adalah band ketiga Galang, setelah Bunga dan Sangkakala. Menurut Hendi, Borr adalah band yang beraliran Hard Core.
Di sini Galang cuma jadi vokalis, nggak sekaligus main gitar seperti di Bunga dan Sangkakala.
Masih menurut Hendi, Galang terkenal supel dan sederhana.
"Galang suka becanda, ketawa-ketawa, dan gampang akrab sama orang. Kalau ke studio Galang nggak pernah bawa mobil sendiri. Paling banter naik taksi," tambahnya lagi.
Berbeda dengan Oppie yang seakan-akan ada firasat Galang meninggal, Hendi justru tidak menyangka sama sekali.
Selama menemani Galang latihan malam itu perasaannya biasa-biasa saja.
"Yang jelas, saya kaget setengah mati waktu esoknya mendengar dia meninggal dunia," ujarnya.
Dari pihak keluarga memang beium terdengar berita pasti mengenai sebab-musabab kemattan Galang. Sejumlah wartawan pun hanya bisa mendapatkan informasi tentang waktu kematian cowok yang tahun ini baru 15 tahun itu dari selembar papan wana putih.
Di usianya yang masih begitu muda, Galang telah berani memilih untuk meninggalkan sekolah demi meneruskan jalan yang serupa dengan sang papa (begitu ia memanggil Iwan).
Sayang proyek yang dibilang rahasia itu belum sempat digarapnya.