Kasus Perceraian di OKI dan OI Meningkat, Paling Banyak Ditemukan Kasus Istri Gugat Cerai Suami

Kasus perceraian sepanjang tahun 2019 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), meningkat.

Kasus Perceraian di OKI dan OI Meningkat, Paling Banyak Ditemukan Kasus Istri Gugat Cerai Suami
SRIPOKU.COM / Nando
Suasana kantor Pengadilan Agama Kayuagung, Kamis (6/2/2020) 

Kasus Perceraian di OKI dan OI Meningkat, Paling Banyak Ditemukan Kasus Istri Gugat Cerai Suami

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Kasus perceraian sepanjang tahun 2019 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI), meningkat.

 Berdasarkan data hingga akhir 2019 ada 1.226 perkara gugatan perceraian masuk ke Pengadilan Agama kota Kayuagung.

Mayoritas gugatan perceraian tersebut justru dilakukan istri.

Jumlah ini pun meningkat dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya berkisar 1.137 perkara cerai.

Kepala Pengadilan Agama Kayuagung Kelas 1B Kayuagung melalui Humas, Alimuddin SH MH mengatakan keseluruhan 1.226 perkara, dimana sebanyak 959 perkara merupakan gugatan yang diajukan pihak istri, sementara 267 sisanya dari talak suami.

"Perceraian gugatan yang diajukan istri memang lebih tinggi dibandingkan dengan talak yang diajukan suami, hal tersebut berulang setiap tahunnya," kata dia Kamis (6/2/2020).

Lanjutnya, jika dibandingkan dengan angka perceraian yang terjadi di tahun 2018 mencapai 1.000 lebih dengan rincian 822 cerai gugat dan 315 cerai talak.

"Angka tersebut memang setiap tahunnya mengalami peningkatan, contohnya saja awal tahun ini sudah ada sekitar puluhan kasus perceraian yang sedang berjalan," jelasnya.

Dijelaskannya usia dalam kasus perceraian ini dengan rata-rata 20 sampai 40 tahun karena faktor usia tersebut rentan dengan perselisihan.

"Tingginya angka perceraian dapat juga disebabkan adanya masalah ekonomi, ketidak harmonisan dan kehadiran pihak ketiga,"

"Apalagi untuk kaum millenial yang sudah melangsungkan pernikahan, disitulah rentan terjadinya permasalahan kecil yang tidak dapat dihindari dan banyak yang berakhir dengan bercerai," tutupnya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved