Gempar Virus Corona, Begini Cara Nenek Moyang Dulu Hadapi Wabah Penyakit
Hampir sebulan lebih masyarakat dunia digemparkan dengan kemunculan virus baru yang disebut dengan virus Corona.
Gempar Virus Corona, Begini Nenek Moyang Dulu Hadapi Wabah Penyakit
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Hampir sebulan lebih masyarakat dunia digemparkan dengan kemunculan virus baru yang disebut dengan virus Corona.
Virus yang diduga muncul di Kota Wuhan, Daratan Tiongkok ini telah menjangkiti ribuan orang di sana dan mengakibatkan ratusan lainnya meninggal dunia.
Para pasien yang terjangkit virus ini akan menderita demam, flu dan batuk, serta sesak napas, mirip gejala pneumonia lantaran virus tersebut menyerang paru-paru.
Penderita bisa saja meninggal dunia akibat dari kerusakan paru-parunya.
Tak ayal, virus yang telah mewabah ini begitu menakutkan bagi warga dunia.
Akan tetapi, bukan di masa kini saja manusia pernah ditakuti oleh wabah penyakit entah itu disebabkan oleh virus ataupun bakteri.
Dikutip dari Kompasiana, Minggu (2/2/2020), jauh di masa lampau, nenek moyang kita juga pernah mengalami hal serupa.
Bahkan jumlah korbannya jauh lebih banyak dibandingkan wabah yang menyerang manusia di era modern.
Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-14, pernah dilanda wabah yang dinamakan wabah Maut Hitam atau blackdeath.
Dinamakan demikian, karena penderitanya akan mengalami kulit yang menghitam akibat pendarahan yang terjadi di bawahnya.
Selain itu, penderita juga akan mengalami sesak napas/pneumonia yang membawanya kepada kematian, mirip gejala pada virus Corona.
Wabah Maut Hitam menimbulkan dampak yang luar biasa.
Para sejarawan menduga bahwa wabah itu telah menewaskan hampir sepertiga hingga duapertiga dari populasi penduduk Eropa.
Penduduk Nusantara di masa lampau juga tak bisa menghindar dari serangan wabah penyakit meski bukanlah maut hitam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sumber-kitlv.jpg)