Breaking News:

Buya Menjawab

Apa Pengertian Menutup Aurat Wanita Muslimah?

ada yang berpendapat, wanita muslimah tidak diwajibkan memakai jilbab. Mohon penjelasan Buya, apa pengertian menutup aurat dan mana dalilnya.

Editor: Bejoroy
https://www.google.co.id/
Ilustrasi wanita muslimah. 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum Wr.Wb
BUYA, ada yang berpendapat, wanita muslimah tidak diwajibkan memakai jilbab. Mohon penjelasan Buya, apa pengertian menutup aurat dan mana dalilnya. Terimakasih penjelasannya Buya. 08228108XXXX

Aurat Mulan Jameela Disorot Saat Posting Foto Endorse di IG, Istri Ahmad Dhani Tutup Kolom Komentar

Kisah Zaskia Sungkar Menjemput Hidayah, Menutup Aurat hingga Mengenal Allah Setelah Ingat Kematian

Jawab:
Wa’alaikukumussalam.Wr.Wb.
BATASA aurat wanita muslimah adalah seluruh tubuhnya (anggota badannya), kecuali muka dan telapak tangan. Itulah pendirian Jumhurfuqaha’. Imam Abu Hanifah berpendapat, kaki wanita adalah aurat.

Sedangkan menurut Imam Abu Bakar bin Abdurrahman dan Ahmad, seluruh anggota tubuh wanita adalah aurat. (Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujatahid Terjemahan, As Syifa’ Semarang Cet.I.Th.1990., hlm.235).

Dalil yang mereka gunakan adalah: ”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (an-Nur:30)

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan jangan menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (an-Nur:31)

Tafsirayat 30 ini;
Dari surah an-Nurayat 30 dapat diambil pemahaman bahwa Allah memerintahkan kepada hamba-Nya yang laki-laki Mukmin agar menahan pandangannya kepada apa yang diharamkan Allah untuk dipandang. Jika terjadi tanpa disengaja, hendaklah segera memalingkan pandangannya kepada yang lain. Sebagai mana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Buraidah bahwa Rasulullah bersabda kepada Ali bin AbiThalib Ra.; artinya: "Wahai Ali, janganlah engkau susuli pandangan (pertama) dengan pandangan (kedua). Pandangan pertama adalah untukmu dan bukanlah untukmu pandangan yang kedua. (Yakni pandangan pertama tidak disengaja, sedangkan yang kedua tidak boleh karena disengaja)”.

Selain mata dan pandangan, Allah memerintahkan pula agar orang-orang Mukminin memelihara kemaluannya dari perbuatan zina, homoseks dan cara-cara lain yang tidak dibenarkan oleh syari’at. Dan Allah sesungguhnya Maha Mengetahui apa yang diperbuat oleh hamba-Nya dalam keadaan bersembunyi dan tertutup. ( Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 5 hlm.465)

Ayat 31 merupakan perintah Allah SWT. kepada wanita-wanita Mukminat agar menahan pandangannya dari apa yang diharamkan Allah untuk dilihat oleh kaum wanita, memelihara kemaluannya dari perbuatan zina dan dari penglihatan orang dan hendaklah mereka tidak menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak, yaitu wajah, kedua telapak tangan dan kaki. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. Dan hendaklah mereka tidak menampakkan perhiasannya kepada orang lain, kecuali suami, ayah, ayah mertua, putra-putra, putra-putra saudara laki-laki, atau putra-putra saudara perempuan, wanita-wanita Muslimat, budak-budak yang sudah dimiliki, pelayan laki-laki yang sudah tidak mempunyai keinginan atau bersyahwat kepada wanita, dan anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan hendaklah mereka tidak memukulkan kakinya dengan maksud menarik perhatian agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.

Dan Allah berseru pada penutup ayat ini, “Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 5 hlm.467-468)

Pokok permasalahan adalah; walaayubdiinaziinatahunnaillaamaazoharominhaa. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya…(an-Nur 24:31)

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved