Kembangkan Posyandu, Desa Sungai Gerong Peduli Balita dan Lansia

“Posyandu Sekar Melati berada di Dusun II dan Posyandu Rukun Setia berada di Dusun III. Untuk balita dan lansia di tempatkan di Posyandu Sekar Melati

Penulis: Mat Bodok | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Posyandu Balita Desa Sungai Gerong, sangat diperhatikan oleh pemerintah desa. 

Kembangkan Posyandu, Desa Sungai Gerong Peduli Balita dan Lansia

SRIPOKU.COM, BANYUASIN-Perkembangan kesehatan balita dan lanjut usia (Lansia) menjadi salah satu perhatian serius di Desa Sungai Gerong Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin.

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Sungai Gerong Julita Ningsih saat ongbrol santai di ruang kerjanya, Senin (20/1/2020).

Dalam memberikan perhatian kesehatan balita, pihaknya telah membangun Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) di dua lokasi di wilayah Desa Sungai Gerong.

“Posyandu Sekar Melati berada di Dusun II dan Posyandu Rukun Setia berada di Dusun III. Untuk balita dan lansia di tempatkan di Posyandu Sekar Melati sedangkan untuk Ibu hamil di tempatkan di Posyandu Rukun Setia. Untuk balita berjumlah 170 orang dan ibu hamil berjumlah 20 orang,” kata Kades Julita.

Posyandu lansia ini, lanjut Julita, baru terlaksana pada tahun 2017,dengan anggota sebanyak 100 orang.

Beberapa kegiatan yang sering dilakukan yaitu rutinitas penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan dan konsultasi tumbuh kembang ibu dan Balita.

Disamping itu, ada kegiatan yang berorientasi pada kesehatan contohnya senam lansia dan pemberian menu makan.

Dia juga menambahkan, kelangsungan kegiatan Posyandu ini selain menjadi tanggung jawab Kepala Desa, juga menadapat peran penting dari bidan desa, kader-kader posyandu dan pembinaan dari Puskesmas.

“Program pengembangan kesehatan balita ini tidak bisa berjalan dengan baik tanpa ada bantuan dari pemerintah, bidan desa, kader posyandu, dan warga masyarakat,” katanya.

Menurutnya, jika bagus tumbuh kembang para balita, maka tidak salah jika berkonstribusi bear terhadap pembangunan manusia pada tahun-tahun mendatang.

Posyandu, kata Julita, merupakan salah satu program Pemerintah untuk memantau dan meningkatkan derajat kesehatan Balita,yaitu anak berumur 0 hingga 60 bulan.

Masa kecil yang diikuti dengan pertumbuhan dan perkembangan yang bagus akan berdampak positif terhadap pembangunan Bangsa.

“Sebab jika anak kekurangan gizi saat balita akan menimbulkan dampak negatif saat telah berusia dewasa,” jelas Julita.

Untuk itu, dirinya berharap pada warganya agar jangan malu dan malas untuk mengecek kesehatan ibu dan balita. Karena pihaknya sudah menyiapkan dua posyandu yang siap memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan Balita.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved