Breaking News:

Pengakuan Tersangka Lahan Ganja di Pagaralam, Polisi Ungkap Modus Baru

Polres Pagaralam berhasil temukan Ladang Ganja diduga seluas 3 Hektar pada Jumat (17/1/2020) lalu.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
sripoku.com/wawan
Tampak dua tersangka pengedar dan penanam ganja di Kota Pagaralam saat diamankan di Polres Pagaralam. Kapolres Pagaralam saat menunjukan BB 920 batang ganja saat pres reales di Mapolres Pagaralam, Senin (20/1/2020). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Pagaralam, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Polres Pagaralam berhasil temukan Ladang Ganja diduga seluas 3 Hektar pada Jumat (17/1/2020) lalu.

Dari lahan tersebut anggota Polres Pagaralam berhasil mengamankan sebanyak 920 batang ganja siap panen di kawasan Talang Padi Ampe Kelurahan Candi Jaya Kecamatan Dempo Dempo Tengah.

Bersamaan dengan itu Polres juga berhasil menangkap dua tersangka yaitu Dedi (35) Warga Simpang Padang Karet Kota Pagaralam yang merupakan pemilik lahan ganja tersebut dan Robi (21) yang merupakan bandar ganja yang dimengambil ganja dilahan tersebut.

Gerebek Ladang Ganja 3 Ha, Tim Jalan Kaki 4 Jam

Berdasarkan pengakuan Dedi (35) dirinya baru kali pertama menanam ganja tersebut.

Hal itupun atas perintah salah satu temannya yang saat ini sudah ditangkap oleh Polres Lahat.

"Saya disuruh nanam ganja ini pak. Bahkan saya dapat bibit dari dia. Bibit ini diambil dari Kabupaten Empat Lawang," ujarnya saat diwawancara sripoku.com, Senin (20/1/2020).

Dikatakan Dedi, keterkaitan dengan Robi yang bandar yang ditangkap sebelumnya yaitu hanya teman saja.

Bahkan ganja yang diambil tersangka Robi benar merupakan ganja dari ladang miliknya.

"Benar ganja itu dari ladang saya, tapi tersangka Robi itu mencuri dari ladang saya bukan membeli," katanya.

Sedangkan berdarsarkan pengakuan tersangka Robi, dirinya mengetahui adanya ladang ganja tersebut dari temanya.

Video : Polres Pagaralam Amankan Tiga Hektare Ladang Ganja, Tinggi Pohon Ada 50 Sentimeter

Dirinya sudah dua kali mengambil ganja diladang tersebut.

"Saya tahu lokasi ladang ini dari teman. Saya sudah dua kali mengambil ganja disini untuk dijual lagi," katanya.

Sementara itu Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIk MH mengatakan, bahwa ini merupakan modus baru. Pasalnya tersangka menanam ganja dengan cara dikawasan semak-semak agar tidak diketahui.

"Agar tetap sama dengan semak-semak saat ada pembeli tersangka sengaja memotong batang ganja dengan ukuran sama dengan semak-semak. Jadi mereka ini sudah piawai dalam merencanakan penanaman ganja ini," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved