Tim Srigala Polres Muba Tembak Kaki Pejambret yang Incar Pengendara Perempuan

Satu tersangka jambret terpaksa ditembak lantaran hendak melarikan diri ketika polisi hendak menangkap.

sripoku.com/fajeriramadhoni
Seorang tersangka jambret ketika diamankan di Polres Muba. 

SRIPOKU.COM, MUBA - Seorang tersangka jambret terpaksa ditembak oleh Tim Srigala Polres Muba karena mencoba melarikan diri ketika hendak diamankan Senin (13/1/2020) sekitar pukul 21.30 WIB.

Penangakpan tersangka Ardi Yansah (32) bermula adanya dua laporan polisi LP/B-170/XII/2019/Sumsel/Res Muba tanggal 6 Desember dan LP/B-173/2019/Sumsel/Res Muba tanggal 9 Desember 2019.

Menindaklanjuti laporan tesebut, Tim Srigala yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Deli Haris langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan.

Warga Lahat Mulai Tinggalkan BPJS Kesehatan Sejak Layanan Kesehatan Gratis Gunakan KTP KK Berlaku

Dari penyelidikan yang ada didapati identitas tersangka Ardi Yansah, Tim Srigala langsung melakukan penangkapan terhadapnya.

Namun, ketika hendak ditangkap tersangka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga Tim Srigala terpaksa memberikan tindakan tegas terukur pada kaki sebalah kirinya.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, mengatakan tersangka diamankan karena telah melakukan tindakan kriminalitas curas berupa jambret di wilkum Polres Muba.

"Modus yang dilakukan dua tersangka yakni memepet korban dengan menggunakan sepeda motor Yamaha V-Xion tanpa plat kendaraan. Saat itu tersangka langsung melancarkan aksinya dengan menarik tas korban dan langsung melarikan diri," kata Yudhi, Rabu (15/1/2020).

Dari tangan tersangka Ardi pihaknya berhasil mengamankan satu unit handphone Vivo type 1820, uang tunai Rp 600 ribu, buku tabungan Bank Sumsel Babel dan Bank BRI, serta surat menyurat lainnya.

"Tersangka Ardi berperan sebagai pilot atau pembawa kendaraan sedangkan satu tersangka yang saat ini masih dalam tahap pengejaran berperan sebagai eksekutor,"ungkapnya.

Terkait banyaknya laporan mengenai curas pihaknya akan menyelidiki setiap laporan yang ada di Mapolsek.

"Banyak laporan terkait curas yang ada, kita akan pelajari laporan yang ada di Mapolsek dibawa naungan Polres Muba. Sedangkan satu tersangka yang masih DPO diminta untuk menyerahkan diri, jika tidak akan diberikan tindakan tergas terukur,"tegasnya.

Update Kasus Zhang Bin WNA Tiongkok Dijambret, Polisi Dapat Rekaman CCTV

Sementara, tersangka Ardi Yansyah mengungkapkan bahwa target curas yang dilakukan mereka sistem acak dan tidak menentu.

Namun, korban yang biasa menjadi sasaran selalu perempuan yang melintas sendirian.

"Sistem acak pak tidak menentu tapi selalu perempuan, daei hasil kemarin saya mendapatkan bagian Rp 250 ribu. Uangnya saya untuk main bilyar dan kebutuhan sehari-hari makan dan minum keluarga," ujarnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved