Kebakaran di Jalan Ki Merogan

Tangis Mustakim Pecah, tak Kuasa Selamatkan Nyawa Kakak dan Ayuknya dari Kobaran Api

Mustakim tak kuasa menahan tangis ketika mengingat bagaimana api menyambar tubuh dua kakaknya yang akhirnya tewas.

sripoku.com/anisa
Mustakim ketika menunggu proses visum kedua saudaranya di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang. 

Mustakim tak kuasa menahan tangis ketika mengingat peristiwa kebakaran yang membumi hanguskan rumah yang ia huni.

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Dua orang yang menjadi korban jiwa pasca kebakaran di Jalan KI Morogan. Kedua mayat yang diketahui kakak dan adik itu kini masih sedang divisum di RS Bhayangkara Palembang.

Salah satu saudara dari kedua korban, Mustakim, terlihat sedih bukan main. Berkali-kali ia menyeka air matanya ketika menunggu proses visum terhadap dua jenazah yang tak lain adalah kakak dan ayuknya (saudara tua perempuan) itu.

Kronologi Kebakaran di Jalan Ki Merogan Kertapati, Kakak Adik Tewas Terkurung di Kamar

Terlihat raut wajah penyesalan dari Mustakim saat menunggu di ruang instalasi Forensik Bhayangkara.

"Aku tidak bisa ngomong lagi karena saking kecewanya tidak bisa menolong ayuk sama kakak," ungkapnya dengan mimik muka sedih.

Dia juga memberitahu bahwa kakak beserta ayuknya itu telah dari lahir cacat fisik.

Sehingga, tidak bisa berbicara seperti kebanyakan orang.

Selain itu, pemikiran keduanya kerap kali berbeda dari orang lainnya.

"Mungkin keduanya tidak ada pemikiran untuk melarikan diri ketika ada kebakaran, mungkin tidak ada dalam pikirannya," kata Mustakim.

Menurut Mansyur selaku dokter Forensik yang menangani 2 korban ini menyatakan 95 persen telah hangus terbakar.

Sehingga proses visum diperkirakan selesai saat dzuhur tiba.

2 orang identitas menurut adik Korban Mustakim (20) sang kakak bernama hariandoko(26) dan sang ayuk bernama
puji angraitini(30).

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved