Situasi Timur Tengah Semakin genting

Iran Lanjutkan Senjata 'Kiamat' yang Ditakuti AS, Situasi Makin Genting

Situasi Timur Tengah Semakin genting pasca Jenderal Iran Qassem Soleimani terbunuh.

Editor: Salman Rasyidin
CNN
Iran berencana kembangan senjata pemusnah massal, untuk melawan AS. 

Iran Lanjutkan Senjata 'Kiamat' yang  Ditakuti AS, Situasi Makin Genting  

SRIPOKU.COM – Situasi Timur Tengah Semakin genting pasca  Jenderal Iran Qassem Soleimani terbunuh.

Mengutip  Intisari-online.com yang memaparkan bahwa hubungan antara Iran dan Amerika baru-baru ini semakin memanas sehingga situasi  Timur Tengah  semakin genting setelah jenderal tertinggi Iran, Qassem Soleimani dibunuh oleh pesawat tak berawak milik Amerika Serikat.

Akibatnya kedua negara ini dalam situasi memanas dan kondisinya semakin genting.

Menurut Daily Mirror, pada Senin (6/1/20) para pejabat di Teheran mengatakan mereka mulai tidak mematuhi peraturan yang diberikan oleh AS.

Setelah kematian Qassem Soleimani, Iran berencana kembali melakukan program berbahayanya yang ditentang AS pada 2015 silam.

Iran dikabarkan akan memulai kembali membangun senjata nuklirnya.

Pada hari Minggu para pejabat Iran mengatakan tidak akan lagi mematuhi batas kesepakatan dalam perjanjian nuklir 2015.

Sementara itu, negara itu ingin memulai pengayaan bahan bakar yang penting untuk senjata nuklir.

Sedangkan pertempuran melawan ISIS akan dihentikan.

Parlemen Irak juga telah mendukung undang-undang yang menyerukan pengusiran, semua pasukan AS dari tanah Irak.

Artinya upaya untuk menghentikan pasukan ISIS yang tersisa akan terhenti.

Sedangkan hari ini Senin (6/1) AS mengumumkan bahwa mereka menghentikan upaya "Anti-ISIS-nya"

Hal itu terjadi setelah pengumuman pemerintah Inggris mendesak Irak agar mengizinkan tentara Inggris yang melanjutkan pertempuran di sana melawan kelompok itu.

Sekitar 400 tentara Inggris ditempatkan di Irak dalam perang melawan IS.

iran
Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved