Banjir Bandang di Lahat

Dua Kali Sudah Banjir Bandang Landa Desa Keban Agung Lahat, Hari Ini yang Terparah

Setidaknya, dua kali sudah banjir bandang melanda Desa Kebang Agung Lahat. Namun, warga menilai, yang hari ini terjadi merupakan yang terparah.

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Refly Permana
sripoku.com/ehdi amin
Seorang perempuan memandang area sawah yang rusah pasca digenangi banjir bandang di Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Banjir bandang dikabarkan terjadi di kDesa Kebat Agung Kecamatan Mulak Sebingkai Lahat Senin (30/12/2019) pagi. Sejumlah bangunan roboh dan ada yang terendam.

Tak kurang dari 10 rumah hancur pasca tersapu banjir bandang yang terjadi sejak Senin (30/12/2019) pukul 04.30. Air kini memang surut, namun permasalahan warga yang menjadi korban belumlah selesai.

Warga masih membersihkan sisa banjir bandang.
Warga masih membersihkan sisa banjir bandang. (sripoku.com/ehdi amin)

Beny, salah satu warga di sana, mengatakan warga yang rumahnya tersapu banjir bandang kini sebagian besar bingung mau tinggal dimana. Pasalnya, selama ini mereak hidup hanya di satu rumah yang kini hancur pasca tersapu banjir bandang.

Banjir Bandang di Lahat, Herman Deru akan Pinjam Jembatan Bailey agar Warga Desa Keban tak Terisolir

"Mereka pun berharap aparat pemerintah Lahat atau mungkin yang dari Sumsel bisa memberikan bantuan untuk membangun rumah yang kini hancur.

Kondisi pasca banjir bandang.
Kondisi pasca banjir bandang. (sripoku.com/ehdi amin)

Bukan apa-apa, merkea sudah bingung saat ini mau tinggal dimana," kata Beny, melalui WhatsApp.

Diungkapkan Beny, banjir bandan yang terjadi hari ini bukanlah yang pertama terjadi di desanya.

Seingat dirinya, sudah ada dua kejadian serupa.

"Saya agak lupa karena lumayan sudah lama kejadiannya. Setahun silam juga pernah, tapi lupa kapan persisnya," kata Beny.

Banjir Bandang di Lahat, Ada Lima Desa Terisolir, Pelajar tak Bisa Sekolah

Hanya saja, Beny memperkirakan banjir bandang yang baru saja terjadi hari ini merupakan yang terparah.

Dulunya, hanya sebatas masuk rumah warga, sementara yang hari ini beberapa rumah roboh.

Bahkan, ada satu bangunan PAUD yang benar-benar hilang dari tempatnya lantaran tersapu arus banjir bandang.

"Kepada pihak kabupaten agar menjadi perhatian untuk segera dibuatkan bedungan ataupun dam, karena bencana ini sudah 2 kali terjadi," kata Beny.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved