Banjir Bandang di Lahat
Banjir Bandang Gempur Warga Saat Terlelap Tidur, 8 Rumah Hanyut 73 Rusak Berat
Banjir Bandang Gempur Warga Saat Terlelap Tidur, 8 Rumah Hanyut 73 Rusak Berat
Penulis: Ehdi Amin | Editor: adi kurniawan
Banjir Bandang Gempur Warga Saat Terlelap Tidur, 8 Rumah Hanyut 73 Rusak Berat
Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin
SRIPOKU.COM, Lahat - Jerit histeris seketika memecah kesunyiaan malam jelang subuh di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat, pasalnya desa tersebut diterjang banjir bandang.
Warga, yang awalnya sebagian besar masih terlelap tidur, Senin (30/12) sekira pukul 04.30 WIB langsung berlarian keluar rumah, akibat terjadi banjir bandang.
Sebelum banjir bandang melanda awalnya warga dikejutkan suara gemuruh air yang seketika menggempur rumah rumah warga.
Bahkan, banjir bandang sudah menerjang dan masuk ke dalam rumah, masih ada warga yang tertidur sehingga tak bisa menggelak gempuran air yang bermuara dari aliran Ayek Mulak di desa setempat.
Pagi itu, aliran Ayek Mulak meluah, bahkan menurut penuturan warga, air sudah menutupi badan jembatan setinggi sekira enam meter.
• Dua Kali Sudah Banjir Bandang Landa Desa Keban Agung Lahat, Hari Ini yang Terparah
• Banjir Bandang di Lahat, Herman Deru akan Pinjam Jembatan Bailey agar Warga Desa Keban tak Terisolir
• UPDATE Banjir Bandang di Mulak Sebingkai Lahat: 8 Rumah Hanyut, 4 Irigasi Jebol, 1 Mushollah Hancur
Suasana yang masih gelap ditambah warga yang baru terjaga membuat situasi mencekam, banyak warga yang bingung mau lari kemana.
Bahkan, akibat banjir bandang air Ayek Mulak, delapan rumah beserta isinya hanyut sebanyak 73 rumah alami rusak berat.
Tak hanya itu, banjir bandang di Lahat pun merusak rumah ibadah juga tuk luput gempuran sehingga tinggal menyisakan atap, kerusakan juga terjadi pada kantor Camat, gedung Paud dan juga empat uniy bendungan yang ada di desa setempat.
Tak cukup sampai disitu banjir bandang di Lahat juga dialami warga akibat 23 hektar sawah yang siap panen rusak hingga tak bisa dipanen begitu juga dengan kolam ikan milik warga.
Air yang menerjang tak sendiri namun juga membawa lumpur, material seperti pasir dan juga kayu. Banyak rumah warga tertimbun lumpur hingga satu meter.
"Waktu kejadian kami masih tidur, tiba-tiba kami dibangunkan oleh suara gemuruh air dari aliran sungai Ayek Mulak. Sekitar bersamaan waktu salat subuh air menerjang rumah warga, bahkan rumah yang kami tinggali hanyut di bawah air," ungkap Ningaya, yang belum mampu menyembunyikan perasaan terpukulnya akibat bencana tersebut.
Menurutnya, ia tinggal bersama anak dan menantunya tak ada yang bisa diselamatkan dalam kejadian tersebut selain nyawa ia dan keluarga.
Menurutnya, air begitu cepat menerjang. Hal yang sama juga dialani Eeksuantri. Rumahnya rata dengan tanah. Beruntung, saat kejadian ia sempat menyelamatkan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/banjir-bandang-di-lahat.jpg)