Berita Palembang

Masyarakat Diimbau Hati-hati Palembang Rawan Banjir dan Pohon Tumbang

Polrestabes Palembang, TNI, BMKG Sumsel, dan Basarnas menghimbau masyarakat khususnya Kota Palembang waspada bencana.

SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolrestabes Palembang, Anom Setyadji dan elemen, TNI, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Sumsel, dan Badan SAR Nasional (Basarnas) siap menangani bencana di Palembang dan menghimbau masyarakat khususnya Kota Palembang waspada bencana, Jumat (27/12). 

Masyarakat Diimbau Hati-hati Palembang Rawan Banjir dan Pohon Tumbang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Empat elemen dinas pemerintah pengayom masyarakat Polrestabes Palembang, TNI, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Sumsel, dan Badan SAR Nasional (Basarnas) menghimbau masyarakat khususnya Kota Palembang waspada bencana.

Lantaran Kota Palembang kerap dilanda musim penghujan dengan cura hujan yang sangat tinggi.

Bahkan bencana yang diprediksi akan terjadi banjir dan pohon tumbang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, secara tegas agar masyarakat khususnya di wilayah hukumnya Kota Palembang harus meningkatkan kewaspadaan.

KASUS Pembunuhan Sadis Sepanjang Tahun 2019 di Sumsel, Korbannya ada yang Dibakar dan Dimutilasi!

Pelaku Penembakan Anggota Polsek Plaju Keok Dilumpuhkan, Tertangkap di Tangga Buntung

"Palembang memasuki cura hujan yang tinggi. Kita disini memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan berhati-hati," ungkap Anom saat menggelar antisipasi bencana akibat curah hujan tinggi Jumat, (27/12).

Lanjutnya, ini adalah peristiwa diluar dugaan manusia yang bersifat tidak bisa diprediksi.

Makanya Polrestabes Palembang sebagai pelindung masyarakat dan tiga eleman lainnya merasa terpanggil untuk memberikan peringatan kepada warga kendati bukan peristiwa kriminalitas di Kota Palembang.

"Efek semua bisa berdampak peristiwa apa saja tanpa diluar dugaan masyarakat. Bisa juga akan terjadi pemadaman listrik, banjir dan sebagainya. Kami dari kepolisian memberikan himbauan agar lebih berhati hati terhadap semua itu," katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel Nandang menjelaskan, cura hujan tinggi sejak bulan November sampai bulan April.

Halaman
12
Penulis: Andi Wijaya
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved