Update Korban Bus Sriwijaya

Meskipun Sudah Pakai Alat Canggih, Polda Sumsel tak Bisa Ungkap Penyebab Bus Sriwijaya Masuk Jurang

Dengan menggunakan alat Traffic Accident Analisys (TAA), tim berupaya mengungkap secara pasti penyebab bus Sriwijaya jurang di Pagaralam.

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/BASARNAS PALEMBANG
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi bus Sriwijaya di dasar sungai bawah jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter, di Tikungan Lematang Indah Desa Pelang Kenidai Kecematan Dempo Tengah Kota Pagaralam,Rabu (25/12/2019). 

Sudah Pakai Alat Canggih, Polda Sumsel tak Bisa Ungkap Penyebab Kecelakaan Bus Sriwijaya, Ini Penyebabnya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meskipun sudah menggunakan alat canggih, Ditlantas Polda Sumsel tidak bisa mengungkap penyebab bus Sriwijaya masuk jurang di tikungan Lematang Indah Pagaralam.

Dengan menggunakan alat Traffic Accident Analisys (TAA), tim berupaya mengungkap secara pasti penyebab bus Sriwijaya jurang di Pagaralam.

"Susah untuk dianalisis meski menggunakan alat TAA karena titik pertama kecelakaan dan lokasi jatuhnya bus membutuhkan waktu yang lama.

Karena dari titik awal ke lokasi jatuhnya bus Sriwijaya membutuhkan waktu 20 menit.

Sedangkan, durasi dari TAA hanya 5 menit," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Kamis (26/12/2019).

Kombes Pol Supriadi, Kabid Humas Polda Sumsel
Kombes Pol Supriadi, Kabid Humas Polda Sumsel (TRIBUN SUMSEL.COM/M ARDIANSYAH)

UPDATE TERKINI 34 Korban Meninggal Dunia, Bus Sriwijaya Masuk Jurang Kedalaman 80 Meter di Pagaralam

Dikatakan Supriadi, kendala untuk memastikan penyebab kecelakaan bus Sriwijaya karena badan bus yang berada di dalam jurang.

Bus tidak bisa diangkat atau dibawa ke titik awal tempat jatuhnya bus.

Nantinya, dimungkinkan untuk dapat mengetahui penyebab pasti kecelakaan bus Sriwijaya dengan cara memotong-motong badan bus dan diletakan ke titik awal kecelakaan lalu dijatuhkan ke jurang tepat lokasi bus jatuh.

"Susah untuk menganalisanya padahal alat sudah terbilang canggih.

Kendalanya itu tadi karena rentang waktu dari titik awal kecelakaan ke jurang harus ditempuh 20 menit.

Terlebih menuju ke lokasi tidak bisa menggunakan kendaraan, harus berjalan kaki," jelasnya.

Saat di Bus Sriwijaya Express yang Jatuh di Pagaralam, Timbul Niatan Mendiang Sari Bertemu Ibunya

Bus yang menabrak pagar pembatas, terjun ke dalam jurang dengan bagian depan terlebih dahulu menghaNtam jurang.

Sehingga penumpang yang tewas merupakan duduk di bagian depan bus.

Sedangkan penumpang yang duduk di belakang termasuk kernet bisa selamat.

"Sopir bus yakni Ferry yang tewas. Kernetnya selamat karena dia berada di bagian belakang. Itu analisanya sementara," kata Supriadi. (Laporan wartawan Sripo Tribun, M Ardiansyah)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved