Update Korban Bus Sriwijaya

Makam Nyimas Warga Lorong Sintren Palembang Berjauhan dengan Anak, Ini Alasan Keluarga

Ibu dan anaknya di Lorong Sintren jadi korban tewas Bus Sriwijaya yang tenggelam di Pafaralam.

Editor: Refly Permana
Sripoku.com
Nyimas dan anaknya semasa hidup. 

Ibu dan Anak Ikut Tewas Saat Kecelakaan Bus Sriwijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nyimas Fitria (40) dan Raisah Aprilia (4) Ibu dan anak ini menjadi korban kecelakan Bus Sriwijaya Express dengan nomor polisi BD 7031 AU, jurusan Bengkulu-Palembang yang masuk ke jurang di Likung Lematang, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/12) malam.

Ibu dan Anak ini warga Jalan 2 Ulu Lorong Sintren Palembang, ia naik Bus Sriwijaya Express dari Bengkulu menuju Palembang.

Selesai menghadiri acara lamaran keponakanya di Kota Bengkulu, Ibu dan Anak ini hendak pulang ke rumahnya di 2 Ulu Lorong Sintren Palembang.

Naas saat di perjalanan Bus Sriwija Experess yang dinaikinya masuk jurang di Likung Lematang Kota Pagar Alam membuat mereka kehilangan nyawa.

Nyimas Anita Eriani Warga Bengkulu ayuk kandung korban menjelaskan ia mendapat kabar dari media sosial 06.00 WIB (24/12) bahwa ada Bus kecelakaan rute Bengkulu-Palembang, tetapi mereka tidak menduga bahwa Bus yang kecelakaan itu ada empat keluarganya di sana.

Pukul 7.00 WIB (24/12) ia langsung menghubungi pihak keluarga lain yang di Palembang untuk menjemput adiknya itu di loket Sriwijaya Experess yang berada di Palembang.

Namun pihak Sriwijaya Experess yang di Palembang tidak mengetahui dan menjawab pertanyaan dari keluarga korban di Palembang yang menanyakan sudah jam 7.00 Bus belum datang.

Setelanya keluarga korban pulang ke rumah Lorong Sintren ia langsung terkejut melihat anak kedua korban pingsan setelah melihat berita televisi bahwa bus yang di tumpangi Ibunya masuk jurang.

Kemudian keluarga di Palembang langsung menghubungi Nyimas Anita yang berada di Bengkulu ia pun langsung mendatangai loket Sriwijaya Express Jalan Bangka Bengkulu bersama suami dan anak.

Hasilnya ia sangat kecewa karena pihak Sriwija Experes mengangapi biasa saja dan tidak memberikan kabar kepada keluarga korban bahwa Bus yang ditumpangi korban masuk jurang.

"Kami sangat kecewa dengan tanggapan pihak Sriwijaya Express yang menanggapinya biasa saja dan tidak memberikan bela sengkawa sedikitpun bahkan menyuruh mecari informasi sendiri di tempat kejadian kecelakan daerah kelok lematang Pagar Alam," saat di tanyai wartawan Tribun di rumah duka Jalan 2 Ulu Lorong Sintren (25/12) pukul 22.00 WIB.

Raisah Aprilia (4) ditemukan sudah tidak bernyawa pada tanggal (24/12) dan sudah di kebumikan di Kebun Bunga.

Sehari setela ditemukan anaknya Ibunya pun ditemukan juga sudah tidak bernyawa juga (25/12) pukul 15.00 WIB.

Jenazah Ibunya sudah di jalan menuju Palembang kurang lebih (26/12) pukul 01.00 WIB akan tiba di Rumahnya Jalan 2 Ulu Lorong Siantren Palembang.

Namun Jenazah Ibunya akan di kebumikan di Talang Keranggo setelah Sholat Subuh (26/12), berbeda dengan Anaknya yang di kebumikan di Kebun Bunga.

Menurut Asih keluarga korban karna jika dikubur di pemakaman Kebun lama kalau di Talang kerangga itu cepat.

"Kalu beda makamnya kami ambil cepatnya aja pak," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved