Breaking News:

Berita Palembang

Fakta-fakta dan Sejarah Jembatan Ampera Palembang, Jadi Ikon Terkenal Kota Palembang!

Dibalik sejarah Jembatan Ampera, Ikon Kota Palembang yang menghubungkan dua kawasan, ulu dan Ilir

SRIPOKU.COM/NISYAH
Fakta-fakta dan Sejarah Jembatan Ampera Palembang, Jadi Ikon Terkenal Kota Palembang! 

Di masa pemerintahan Belanda tahun 1906, saat Le Cocq de Ville mejabat sebagai walikota, muncullah Ide membuat sebuah jembatan dengan tujuan untuk menyatukan Kota Palembang antara Seberang ulu dan seberang ilir.

Di tahun 1924, akhirnya ide tersebut di realisasi dan dilakukan banyak usaha untuk mewujudkan Jembatan tersebut.

Namun, sampai masa jabatan Le Cocq de Ville berakhir, bahkan ketika Belanda pergi dari Indonesia, proyek pembangunan jembatan itu tidak pernah terealisasi.

Ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, Sabtu (21/12/2019)
Ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, Sabtu (21/12/2019) (SRIPOKU.COM/NISYAH)

Di Masa Kemerdekaan, masyarakat seberang ulu dan seberang ilir memiliki gagasan untuk membuat jembatan yang dapat memudahkan akses transportasi penyeberangan.

Permintaan Masyarakat Palembang tersebut dibawa oleh DPRD Peralihan Kota Besar Palembang ke sidang pleno tanggal 29 Oktober 1956, Tahun 1957 di bentuk Panitia Pembangunan yang terdiri atas Harun Sohar (Panglima Kodam II/Sriwijaya), H.A. Bastari (Gubernur Sumatera Selatan), M. Ali Amin, dan Indra Caya.

Kemudian Panitia Pembangunan ini menyampaikan gagasan Pembangunan jembatan tersebut Kepada Presiden RI Ir. Soekarno.

Gagasan tersebut di setujui oleh Bung Karno, dengan Syarat di buat juga taman terbuka di kedua ujung jembatan itu.

Penandatanganan kontrak pembuatan Taman Kota atau boulevard dilakukan pada tanggal 14 Desember 1961 dengan biaya USD 4.500.000 atau sekitar Rp. 900.000.000 pada masa itu dengan kurs Dolar USD 1 = Rp 200.

Dana Rampasan Perang

Pada April 1962 di mulai pembangunan Pembuatan Jembatan atas biaya pemerintah Jepang, sebagai bentuk kompensasi perang Dunia II dari Pemerintah Jepang terhadap Indonesia, tak hanya biaya Tenaga Ahli pembuat Jembatan pun di datangkan dari Negara Jepang.

Halaman
1234
Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved