Berita Palembang

Emak-emak di Palembang Rentan Terpapar Radikalisme, Kominfo Sumsel Minta untuk Bijak Bermedsos

Emak-emak di Palembang Rentan Terpapar Radikalisme, Kominfo Sumsel Minta untuk Bijak Bermedsos

Emak-emak di Palembang Rentan Terpapar Radikalisme, Kominfo Sumsel Minta untuk Bijak Bermedsos
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kepala Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, Achmad Rizwan himbau emak-emak untuk bijak bermedsos 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

Emak-emak di Palembang Rentan Terpapar Radikalisme, Kominfo Sumsel Minta untuk Bijak Bermedsos

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di era saat ini penggunaan media sosial bisa diakses oleh siapapun. Namun sayangnya ditengah kemajuan teknologi rentannya terpapar pemahaman radikalisme serta berita-berita hoax perlu mendapat atensi khusus.

Terlebih, menurut Kepala Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, Achmad Rizwan kaum ibu-ibu atau emak-emak lebih rentan terpapar hal-hal tersebut.

Lantaran sering kali apa yang dilihat langsung di posting di media sosial tanpa difilter dan verifikasi.

"Radikalisme saat ini tumbuh subur melalui media sosial. Inilah tantanganya bagaimana kita menghalau serta memberikan pemahaman apa yang baik dan buruk. Ada baiknya ibu-ibu juga bisa bijak dalam Bermedsos," ujarnya, Jumat (6/12/2019).

Video: Curhat Seorang Pria Menyesal Akibat Keganasan Rokok, Hingga Dada Dibolongi Ditusuk Selang

Dijodohkan dengan Roy Kiyoshi, Lucinta Luna Bikin Ayu Ting Ting Kaget, Keceplosan Ngaku Laki-laki

SEDIH, Kucing Ini Bawakan Makanan untuk Saudaranya yang Dikira Tertidur Ternyata Sudah Mati!

Sebagai lembaga yang tupoksinya memberikan pemahaman seputar media sosial khususnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi terutama ke masyarakat dan anak-anak muda agar mereka terhindar dari radikalisme.

"Tupoksi pengawasan ada di Kominfo namun untuk menindak ada pada pihak kepolisian. Terpenting bagaimana agar masyarakat paham soal aturan UU ITE, apa yang boleh dan tidak dilakukan dalam Bermedsos," tegasnya.

Untuk di Sumsel sendiri, penggunaan media sosial cukup tinggi terutama Instagram. Berbeda dengan di Jakarta dimana Twitter masih menempati posisi tertinggi.

"Semua media sosial berpotensi munculnya paparan radikalisme. Tinggal bagaimana sebagai pengguna untuk memahami mana yang pantas untuk dikonsumsi," ujarnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved