Semua Tergantung Niat
“Pokoknya, semua tergantung niat”, “yang penting, niat saya baik, kok” atau “hati-hati, mungkin dia berniat tidak baik”.
Semua Tergantung Niat
Oleh : John Supriyanto
Penulis adalah dosen Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an Al-Lathifiyyah Palembang
“Pokoknya, semua tergantung niat”, “yang penting, niat saya baik, kok” atau “hati-hati, mungkin dia berniat tidak baik”.
Ungkapan-ungkapan semacam ini seringkali terdengar dalam percakapan sehari-hari, baik di kalangan anak-anak, remaja orang dewasa, masyarakat awam hingga kaum intelektual.
Artinya, nilai penting sebuah niat dalam perbuatan, tindakan dan perlakuan telah dipahami secara umum.
Niat baik biasanya akan melahirkan kebaikan dan keberuntungan.
Sebaliknya, niat yang tidak baik justru akan menimbulkan keburukan dan kekecewaan pada akhirnya.
Namun, karena ungkapan kata ‘niat’ sudah biasa dan sangat populer terdengar, maka terkadang orang lupa atau justru tidak lagi memandang penting urgensinya.
Apa yang dikemukakan ini bukanlah sebuah bualan atau belaka omong kosong.
Karena ungkapan “semua tergantung niat” adalah terjemahan bebas dari sebuah sabda Nabi SAW “innama al-a’mal bi an-niyyat”.
Maksudnya, segala sesuatu itu akan bernilai baik, bila niatnya baik.
Sebaliknya, sebuah kebaikan bisa bernilai buruk, jika dilakukan dengan niat yang tidak baik.
Lebih dari itu, setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang telah ia niatkan.
Ungkapan yang dikemukakan oleh Doug Hooper dalam karyanya “You are What you Think” (Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan) adalah penjelasan lebih lanjut tentang pentingnya peranan niat dalam menentukan nilai dan kualitas diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yanto1.jpg)