Proyek Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Dipertanyakan

Proyek pembangunan penyedian air minum dan sanitasi Dipertanyakan:Kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak dinas terkait membuat warga dirugikan

Proyek Pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Dipertanyakan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Proyek pembangunan penyedian air minum dan sanitasi Dipertanyakan 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN- Proyek pembangunan penyedian air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas), yang mencakar langit di Banyuasin pertanyakan.

Menurut informasi yang dihimpun, Jumat (15/11/2019) dibangunnya penyediaan air bersih, sebagai penampungan air yang bisa menyalurkan air ke rumah-rumah itu, dibangun sejak Tahun 2017 lalu. Namun belum maksimal.

Padahal, warga Desa Tanjung Laut sangat mendambakan air minum mengalir.

"Kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak dinas terkait membuat warga dirugikan, karena bangunan itu menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah," kata Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Banyuasin, Umirtono SH.

Sebagaimana lembaganya sebagai pendamping pemerintah, dan wajib mengawasi dan mengkontrol pembangunan yang dikerjakan.

"Saya takut ada main mata antara pihak kontraktor dengan pengawas proyek," ujarnya.

Terpisah, Kasi Pendataan dan Perencanaan Perkimtan Banyuasi Iskandar kepada wartawan menyebutkan, jika kegiatan itu anggaran pusat, sebelumnya berfungsi langsung dikelola kelompok masyarakat.

"Mungkin saat ini air tak mengucur ke sambungan rumah dikarenakan musim kemarau," kilah Iskandar yang menjelaskan jika ada kerusakan bangunan rencananya akan diusulkan perbaikan melalui DAK tahun 2020.

"Kapasitas kami saat itu hanya mengawasi, anggaran dari pusat. Sesuai dengan usulan masyarakat," tandasnya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved